Iran Kritik Pakta Pertahanan Makkah Saudi-Pakistan-Turki yang Mirip NATO

Aug 10, 2026 - 19:41
 0  2
Iran Kritik Pakta Pertahanan Makkah Saudi-Pakistan-Turki yang Mirip NATO

Iran memberikan respons tegas setelah Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani Pakta Pertahanan Makkah pada 7 Agustus 2026, sebuah perjanjian yang dinilai memiliki kemiripan dengan aliansi militer NATO. Pakta ini menjadi sorotan internasional karena pasal-pasalnya yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut.

Ad
Ad

Reaksi Iran terhadap Pakta Pertahanan Makkah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa pakta tersebut mencerminkan perubahan persepsi negara-negara kawasan terhadap peran Amerika Serikat dalam urusan keamanan regional. Baghaei menegaskan, "Negara-negara di kawasan ini telah menyadari bahwa keamanan bukanlah komoditas yang bisa dibeli dari perantara palsu."

"Negara-negara di kawasan ini tak bisa lagi mengandalkan klaim keamanan yang diberikan AS seperti di masa lalu," tambahnya.

Lebih lanjut, Baghaei menyatakan Iran tidak merasa khawatir bahwa Pakta Pertahanan Makkah ditujukan untuk menekan atau mengancam Teheran. Ia menyoroti hubungan keagamaan, sejarah, serta peradaban yang mendalam yang mengikat Iran dengan Saudi, Turki, dan Pakistan.

"Tak ada yang khawatir bahwa perjanjian ini akan merugikan Iran," tegas Baghaei.

Isi dan Tujuan Pakta Pertahanan Makkah

Pakta Pertahanan Makkah resmi ditandatangani pada 7 Agustus 2026 oleh tiga negara kunci di Timur Tengah dan Asia Selatan, yaitu Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Perjanjian ini memiliki klausul yang menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota, sebuah prinsip yang sangat mirip dengan Pasal 5 dalam Pakta NATO.

Namun, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menegaskan bahwa pakta ini tidak diarahkan untuk menganggap negara mana pun sebagai ancaman bersama. Dalam wawancaranya dengan Anadolu Agency pada 8 Agustus, Fidan menyampaikan:

"Tidak ada ancaman bersama yang kami tuangkan secara tertulis dalam perjanjian ini."

Fidan juga menambahkan bahwa Pakta Pertahanan Makkah tidak menargetkan negara lain yang tidak menyerang para anggota pakta tersebut.

Lebih jauh, Fidan mengungkap bahwa diskusi mengenai inisiatif ini telah berlangsung lama, bahkan sebelum konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin memanas.

"Turki, Saudi, dan Pakistan bukanlah negara yang memiliki kebijakan ekspansionis. Mereka adalah negara-negara yang peduli dengan perbatasan mereka sendiri, masalah mereka sendiri, dan pembangunan mereka," ujar Fidan.

Implikasi Regional dari Pakta Pertahanan Makkah

  • Penguatan Kerjasama Militer Regional: Pakta ini bisa menjadi sinyal penguatan kerja sama militer di kawasan yang selama ini penuh ketegangan.
  • Redefinisi Aliansi Keamanan: Menunjukkan bahwa negara-negara Timur Tengah dan Asia Selatan mencari alternatif aliansi keamanan selain bergantung pada AS.
  • Ketegangan Politik: Meski Iran menyatakan tidak khawatir, pakta ini bisa memperumit dinamika politik dan keamanan di kawasan.
  • Pengaruh Global: Pakta ini juga bisa menjadi cerminan perubahan geopolitik global, di mana negara-negara kawasan berupaya mandiri dalam bidang keamanan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, Pakta Pertahanan Makkah merupakan game-changer bagi lanskap geopolitik Timur Tengah dan Asia Selatan. Langkah ini mencerminkan keinginan negara-negara tersebut untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat sebagai penyedia keamanan. Dalam konteks ini, perjanjian tersebut tidak sekadar soal pertahanan militer, tapi juga momentum untuk memperkuat kedaulatan dan solidaritas regional.

Meski Iran menyatakan tidak khawatir, realitasnya, pakta ini dapat menjadi tantangan baru bagi Teheran yang selama ini berupaya mempertahankan pengaruhnya di kawasan. Selain itu, kehadiran Pakistan dalam pakta ini memperlihatkan perubahan signifikan dalam hubungan strategis di Asia Selatan, yang selama ini juga dipengaruhi oleh dinamika India dan AS.

Ke depan, penting untuk mengawasi bagaimana implementasi pakta ini dan apakah akan memicu reaksi dari negara-negara lain, termasuk Iran, maupun kekuatan global seperti Amerika Serikat dan Rusia. Pakta ini bisa menjadi katalisator perubahan aliansi keamanan di Timur Tengah yang berdampak luas terhadap stabilitas regional dan global.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi sumber asli di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad