Properti Strategis untuk Ekonomi Nasional: Keterkaitan dengan 183 Subsektor Industri

Aug 11, 2026 - 17:00
 0  2
Properti Strategis untuk Ekonomi Nasional: Keterkaitan dengan 183 Subsektor Industri

Sektor properti terus menunjukkan perannya sebagai pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan aktivitas properti terhubung erat dengan 183 subsektor industri, mulai dari semen, baja, keramik, hingga pembiayaan perumahan. Oleh karena itu, pemerintah menilai sektor ini sangat strategis dalam memperkuat ekonomi nasional dan rantai pasok domestik.

Ad
Ad

Keterkaitan Sektor Properti dengan Ekonomi Nasional

Pujo Setio, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa pertumbuhan industri properti memberikan efek berganda yang luas terhadap ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. "Sektor properti memiliki efek berganda yang sangat luas terhadap perekonomian. Ekosistemnya melibatkan sekitar 183 subsektor, mulai dari industri semen, baja, keramik, kaca, hingga perbankan lewat pembiayaan KPR," ujarnya dalam acara The People’s Choice 2026 by Golden Property Awards di Jakarta.

Secara akumulatif, sektor real estat dan konstruksi menyumbang sekitar 9%-14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap jutaan tenaga kerja. Keterkaitan yang besar ini juga berarti bahwa kebijakan di sektor properti tidak hanya berdampak pada pengembang, tetapi juga pada industri material bangunan, jasa konstruksi, sektor keuangan, hingga konsumsi rumah tangga.

Kebijakan Pemerintah untuk Mendukung Permintaan Properti

Untuk menjaga permintaan di sektor properti, pemerintah menerapkan berbagai instrumen, seperti:

  • Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)
  • Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk masyarakat berpenghasilan rendah
  • Kebijakan Loan to Value (LTV) kredit dan pembiayaan properti hingga 100%, yang diperpanjang hingga 31 Desember 2026

Pujo menambahkan bahwa penguatan permintaan harus disertai dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri agar dampak sektor properti terhadap industri nasional semakin besar. Selanjutnya, pengembangan kawasan hunian ke depan harus semakin terintegrasi dengan infrastruktur energi dan fasilitas pendukung lainnya untuk menciptakan rantai pasok domestik yang produktif dan berkelanjutan.

Perubahan Perilaku Konsumen Properti

Selain kebijakan pemerintah, perubahan perilaku konsumen juga menjadi faktor penting di pasar properti. Konsumen kini semakin selektif dan mempertimbangkan:

  • Kualitas produk dan konstruksi
  • Rekam jejak pengembang
  • Fasilitas kawasan hunian
  • Potensi nilai investasi jangka panjang

Hal ini terungkap dari pemungutan suara The People’s Choice 2026 yang melibatkan 111 ribu konsumen dengan total 427 ribu suara untuk berbagai kategori properti dan infrastruktur pendukung.

"Konsumen hari ini tidak lagi terbujuk popularitas atau promosi masif. Mereka memperhitungkan rekam jejak, kualitas eksekusi, sampai nilai investasi jangka panjang," ujar Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch.

Perubahan pola konsumen ini menuntut pengembang untuk bersaing tidak hanya dari sisi harga dan lokasi, tetapi juga kualitas material, desain, fasilitas kawasan, dan layanan pembiayaan.

Persaingan dan Inovasi di Sektor Properti

Perubahan karakter konsumen mendorong persaingan yang semakin luas, tidak hanya antar pengembang, tetapi juga antar produsen material bangunan, perangkat rumah pintar, serta penyedia infrastruktur pengisian kendaraan listrik. Pada The People’s Choice 2026, sebanyak 55 penghargaan diberikan untuk 8 kategori utama dan kategori khusus berdasarkan suara konsumen.

Beberapa penghargaan utama antara lain:

  • Ciputra Group sebagai Developer of The Year
  • Grand Wisata sebagai Project of The Year
  • balé by BTN sebagai Best Digital Mortgage Super Apps

Darius Cheung, CEO 99 Group, menilai bahwa keterlibatan konsumen yang meningkat menunjukkan bahwa standar persaingan properti kini sangat ditentukan oleh pengalaman dan penilaian pengguna akhir, menjadikan The People’s Choice 2026 sebagai penegasan standar baru pasar properti Indonesia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peran strategis sektor properti dalam ekonomi nasional tidak hanya sebagai penggerak langsung sektor konstruksi dan real estat, tetapi juga sebagai penguat rantai pasok industri domestik yang lebih luas. Dengan keterkaitan pada 183 subsektor, penguatan sektor properti berarti mendukung berbagai lapisan industri mulai dari manufaktur bahan bangunan hingga sektor jasa keuangan.

Namun, tantangan utama ke depan adalah memastikan agar pertumbuhan sektor ini tidak hanya mengandalkan permintaan, tetapi juga meningkatkan penggunaan produk lokal untuk mendorong kemandirian industri nasional. Selain itu, pergeseran perilaku konsumen yang semakin kritis menuntut inovasi pengembang dan pelaku industri untuk menghadirkan produk dengan kualitas dan fitur yang lebih baik, termasuk integrasi teknologi dan keberlanjutan.

Pembaca perlu mengamati bagaimana kebijakan pemerintah, terutama kebijakan LTV dan insentif fiskal, akan berlanjut dan berdampak pada dinamika pasar properti. Selain itu, tren digitalisasi dan pembangunan berkelanjutan akan menjadi faktor kunci yang menentukan daya saing sektor properti Indonesia di masa depan.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi artikel sumber di Media Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad