Viral Momen Trump Ketiduran Lagi Saat Rapat di Gedung Putih, Ini Faktanya

Aug 11, 2026 - 21:14
 0  4
Viral Momen Trump Ketiduran Lagi Saat Rapat di Gedung Putih, Ini Faktanya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan publik setelah tampil viral lantaran terlihat mengantuk saat mengikuti upacara penandatanganan perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (10/8).

Ad
Ad

Dalam rekaman video yang tersebar luas, Trump yang kini berusia 80 tahun tampak memejamkan mata dan memiringkan kepala beberapa saat ketika Direktur National Institutes of Health (NIH), Dr. Jay Bhattacharya, sedang berbicara di sampingnya. Momen tersebut langsung mengundang perhatian netizen dan media internasional.

Detik-detik Trump Terlihat Mengantuk Saat Upacara

Acara penandatanganan perintah eksekutif ini digelar untuk mendukung kebijakan kesehatan masyarakat di Amerika Serikat. Dr. Bhattacharya menyatakan, "Hari ini adalah hari bersejarah bagi kesehatan masyarakat di negara ini," seperti dikutip dari CNN Indonesia. Namun, perhatian justru tertuju pada Presiden Trump yang terlihat seolah tertidur.

Sejarah Trump Ketiduran di Depan Kamera

Ini bukan kali pertama Trump kepergok mengantuk di depan publik. Pada Desember 2025, dalam rapat kabinet, Trump juga sempat memejamkan mata. Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, membela presiden dengan mengatakan kepada Vanity Fair bahwa Trump tidak benar-benar tidur, meskipun matanya tertutup dan kepalanya bersandar.

"Dia tidak tidur. Matanya memang tertutup dan kepalanya bersandar ke belakang ... dan, ya, dia baik-baik saja," ujar Wiles.

Selain itu, pada Juli lalu, Trump juga terlihat seperti tertidur saat menghadiri pemakaman Senator AS Lindsey Graham. Namun, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyatakan bahwa Trump sedang merenungkan kepergian sahabatnya tersebut dan menegaskan, "Siapa pun yang mengatakan sebaliknya adalah orang bodoh yang bejat."

Klarifikasi Trump Soal Momen Ketiduran

Pada Januari lalu, Trump sendiri memberikan penjelasan terkait insiden-insiden tersebut. Dalam sebuah pernyataan di Ruang Kabinet Gedung Putih, ia mengaku bahwa matanya tertutup bukan karena tidur, melainkan karena merasa bosan akibat rapat yang terlalu lama.

"Beberapa orang bilang 'dia memejamkan matanya'. Begini, rapatnya itu cukup membosankan," kata Trump sambil tertawa kepada para pejabat. "Saya tidak tidur. Saya cuma merem karena mau cepat keluar dari sini."

Trump juga menegaskan bahwa dirinya jarang tidur dan keliru jika dianggap sering tertidur saat rapat penting.

Reaksi Publik dan Implikasi Politik

Momen-momen Trump yang terekam sedang mengantuk ini tentu menjadi bahan perbincangan hangat, baik di kalangan pendukung maupun kritikusnya. Bagi sebagian pihak, kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan dan stamina presiden dalam menghadapi tugas negara yang berat. Sementara bagi pendukungnya, klarifikasi dari staf Gedung Putih dan Trump sendiri memberikan penjelasan yang berusaha meredam kontroversi.

  • Pengaruh terhadap citra kepemimpinan: Momen mengantuk berulang kali bisa merusak citra seorang presiden yang harus selalu tampil prima.
  • Dampak pada kebijakan publik: Publik mungkin meragukan efektivitas pengambilan keputusan jika pemimpin terlihat kurang fokus.
  • Peluang politik bagi lawan: Isu ini bisa dimanfaatkan oleh oposisi dalam kampanye politik mendatang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, viralnya momen Trump ketiduran ini bukan sekadar insiden lucu atau sepele. Ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi penguasa negara adidaya dalam mempertahankan stamina dan konsentrasi di tengah beban kerja yang sangat berat, terutama di usia yang sudah tidak muda lagi. Fenomena ini dapat menjadi sinyal peringatan bagi tim kepresidenan dan publik bahwa pentingnya transparansi dan komunikasi yang jujur mengenai kondisi kesehatan seorang pemimpin.

Lebih jauh, publik harus waspada terhadap potensi politisasi isu ini, yang bisa mengaburkan fokus pada substansi kebijakan dan tantangan nyata yang dihadapi negara. Terlepas dari kontroversi, yang terpenting adalah bagaimana seorang pemimpin mampu menjalankan tugasnya secara efektif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Kedepannya, pengawasan media dan masyarakat terhadap performa pemimpin seperti Trump akan semakin ketat, terlebih di era digital yang memungkinkan setiap momen terekam dan tersebar cepat. Oleh karena itu, tim komunikasi dan kesehatan presiden perlu bekerja ekstra untuk menjaga citra sekaligus memastikan kondisi fisik dan mental sang pemimpin tetap optimal.

Simak terus perkembangan berita internasional terbaru dan analisis mendalam lainnya hanya di CNN Indonesia dan media terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad