Film G30SPKI: Perjamuan Terakhir Untuk Jenderal Ahmad Yani!

0
10914
Ahmad Yani
Copyright ©okezone

Film G30SPKI: Perjamuan Terakhir Untuk Jenderal Ahmad Yani!

Indowarta.com – Jamuan terkahir Letnan Jenderal Ahmad Yani sebelum peristiwa Gerakan 30 Semptember Partai Komunis Indonesia (PKI). Terlihat dalam film G30SPKI yakni kla itu tepatnya Kamis, 30 September 1965 Ahmad Yani pulang kerumah dinasnya di Jalan Lembang Terusan Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat dengan wajah bahagia dan ceria.

Menteri Panglima Darat itupun masuk kerumahnya setelah mendapat hormat dari para penjaga. Didepan pintu Ahmad Yani sudah disambut oeh empat putrinya yakni Amelia Yani (Ninik), Elina Lilik Elastria (Juwik), Ani Andriani (Nanik), Reni Ina Yuniati (Yuni).

Selain eempat putrinya itu Jendral Panglima ini jua memiliki dua putri dan dua putra yakni Indria Ami Rulliati (Ruly), Herlia Emmy Rudiaty (Emmy), Untung Mufreni (Untung) dan Irawan Sura Eddy. Dari keterangan Erlina yang kerap disapa Juwik mengatakan jika saat itu ayahnya setiap pulang selalu menanyakan keberadan ibunya.

WAJIB BACA :  Putri AH Nasution Tak Setuju dengan Film G30SPKI Kekinian!

‘Setiap tiba dirumah seperti biasa Bapak selalu tanya Ibu nanti (Ibu kemana)’ kata Juwik saat berbincang denga tim media pada Jumat, 29 September 2017.

Ahmad Yani
Copyright ©Tribunnews

Keempat putrinya pun menjawab serentak dengan mengatakan ‘Ibu sedang memasak didapur’. Ahmad Yani dan keempat anaknya pun kemudian berbincag-bincag di sebuah minibar tepatnya terletak persis di seberang meja makan.

‘Mengko tanggal 5 Oktober kabeh melu Bapak ndelok defile nang Istana (Nanti tanggal 5 Oktober semua ikut Bapak melihat defile di Istana. Semua tak usah masuk sekolah saja)’ ujar Yani.

Mendengar ajakan Yani tentu saja keempat putrinya menyambutnya dengan senang. Mereka pun terus asyik berbincang dan tak sengaja minyak wangi yagn ada di atas bar jatuh dan isinya tumpah. Lantas tumpahan minyak wangi itu dioleskan ke tangan dan badan keempat anak perempuannya itu.

WAJIB BACA :  Adegan Merokok DN Aidit di Film G30SPKI!

‘Minyak wangi itu oleh-oleh Bapak dari luar kota. Bapak saat itu mengatakan ‘Nek ditakoni uwong soko endi wangine, kandakke nek wangine soko Bapak (Kalau ditanya orang dari mana kamu dapatkan bau wangi itu, jawab wanginya dari Bapak” sambung Juwik.

Yani pun etrkejut dengan grombolan prajurit Tjakrabirawa ayag merangsek masuk sekiat pukul 04.00 WIB pada tanggal 1 Oktober dan ia keluar dari kamar setelah dibangunkan oleh anak bungsunya Irawan Sura Edy yang kala itu masih berusia 7 tahun. Terlihat hampir semua sudat rumahnya sudah dikepung prajuri Tjakrabirawa. Yani pun mennayakan kepada tiga prajurit Tjakrabirawa yang masuk hingga keruang makan ‘Ada Apa?’

‘Siap Jenderal! Bapak diminta menghadap Presdien Soekarno sekarang juga’ jawab salah satu prajurit.

WAJIB BACA :  Amien Rais Curigai Jokowi Akan Buat Versi Baru Film G30SPKI!

Saat itu Ahmad Yani sempat melayangkan tinju ke salah satu prajurit, namun rekan prajurit tersebut kemudian memberondong tembakan ke arah Yani. Prajurit Tjakabirawa yang telah disusupi PKI itun kemudian menyeret jenazah Yani yang tersungkur bersimbah darah ke Lubang Buaya di kawasan Halim, Jakarta Timur.

Jenazahnya pun baru ditemukan bersama enam jenderal TNI AD dan satu kapten yakni Mayjen Suprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen Suparman, Brigjen Sutoyo Sismowihardjo, Brigjen DI Pandjaitan dan kapten Piere Tendean Pada 3 Oktober 1965. Sedangkan pada tanggal 5 Oktober Ninik, Juwik, Nanik dan Yani memang tak masuk sekolah, namun mereka bukan gembira melihat defile di Istana melainkan harus mengantar Ahmad Yani ke pristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Baca juga : Mendikbud Buka Suara Soal Penayangan Ulang Film G30SPKI!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here