Kisah Pilu Sosok Ade Irma Suryani, Pahlawan Cilik dalam Tragedi G30SPKI!

    0
    2879
    Ade Irma Suryani
    Copyright©tstatic

    Kisah Pilu Sosok Ade Irma Suryani, Pahlawan Cilik dalam Tragedi G30SPKI!

    Indowarta.com– Setiap kali bercerita ataupun mendengar mengenai kisah tragedi berdarah dari G30SPKI yang telah meneewaskan sebanyak 7 jederal terbarik di zaman tersebut yang ini telah menjadi pahlawan revolusi, kita akan selalu teringat mengenai ade Irma Suryani yang meruapkan anak dari Jenderal besar AH Nasution.

    BACA JUGA : Mendikbud Buka Suara Soal Penayangan Ulang Film G30SPKI!

    Dirinya adalah pahlawan mungil dan juga cantik milik bangsa ini yang telah terkena peluru Cakrabirawa yang datang hendak menangkap dan juga membunuh Jenderal AH Nasution.

    Bocah kecil ini lemah tidak berdaya dengan tubuh yang bersimbah darah. Ternyata peluru tersebut sudah merobek punggungnya dan juga menembus limpa. Setelah enam hari dirawat, Ade Irma Suryani telah menghembuskan nafasnya yang terakhir kali.

    Ade Irma Suryani
    Copyright©netralnews

    Sebuah kalimat yang tertulis di dalam lukisan Ade Irma Nasution dengan latar bealkang Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di dalam Museum Jenderal AH Nasution yang terletak di Jaaln Teuku Umar 40 Menteng adalah “Papa…apa salah adek?”. Ade Irma Suyani sendiri tidak pernah memperoleh jawaban atas pertanyaan tersebut.

    WAJIB BACA :  Menurut Survey, Mayoritas Masyarakat Tak Setuju Isu PKI Bangkit!

    Ade Irma Suryani yang pada saat itu berusia 5 tahun ini telah meninggal dunia akibat telah tertemba peluru pasukan Cakrabirawa yang telah merangsek masuk ke dalam rumahnya untuk menangkap sang ayah.

    Namun pada saat itu yang telah menjadi korban adalah Ade Irma Suryani dan juga AH Nasution, Lettu Pierre Tendean yang diculik lalu di Lubang Buaya. Sementara itu AH Nasution yang telah berhasil selamat di dalam insiden tersebut, telah melukisan perasaannya melalui sebaris kalimat tertulis di Nisa Ade Irma Suryani.

    Kalimat tersebut adalah “Anak Saja jang tertjinta. Engkau telah mendahului gugur sebagai perisai Ajahmu”. Apa sebenarnya yang telah terjadi pada saat itu?

    Yanti Nurdin Nasution, anak pertama AH Nasution, menjelaskan detik-detik mencekam tersebut.

    WAJIB BACA :  Dokumen CIA Ini Ungkap Ketegangan Antara Soekarno dan Soeharto Karena Kisruh PKI!

    Sebagaimana dilansir laman Facebook Museum of Jenderal Besar Dr. AH. Nasution, berikut petikan kesaksiannya :

    Saat itu umur saya 13 tahun, saya tidur di kamar seberang kamar ibu dan bapak Nasution, saat terjadi ribut-ribut disertai tembakan saya terbangun kemudian saya berusaha menyelamatkan diri dengan melompat jendela samping yang tingginya 2 meter, sampai tulang kaki saya patah yang saya rasakan sakitnya sampai sekarang, paha kaki saya yang kanan penuh dengan pen penyambung tulang.

    Dengan menahan rasa sakit saya cari ajudan dan saya beritahu tentang tembakan di kamar bapak saya, terus saya sembunyi di kamar para ajudan.

    Tak berapa lama terjadi ribut-ribut di ruang jaga dan ajudan pak Nas Lettu Czi Pierre Tendean diculik.

    Sampai pagi saya bersembunyi. Setelah hari menjelang pagi ibu saya mencari ayah saya sambil menggendong adik saya Ade Irma Suryani yg terluka terkena tembakan oleh pasukan Cakrabirawa.

    WAJIB BACA :  PKI Sudah Usai, Ketua MUI Sebut Tak Usah Ikut Aksi 299!

    Saat itu ayah saya sudah melompat pagar Kedubes Irak bersembunyi di belakang tong untuk menyelamatkan diri dari penculikan dan pembunuhan.

    Ibu saya membawa adik saya ke RSPAD untuk dioperasi untuk mengambil peluru yang bersarang di limpanya. Beberapa kali adik saya dioperasi. Saat menunggu operasi, saya terus menangis, adik saya bilang “kakak jangan menangis, adik sehat”.

    BACA JUGA : PDIP Kembali Digoyang Tentang Tuduhan PKI!

    Terus adik saya tanya ke ibu saya “kenapa ayah mau dibunuh mama”?

    Adik saya dirawat beberapa hari di RSPAD, tanggal 6 oktober adik saya dipanggil Allah swt.

    Dalam hati saya bertanya : Kenapa PKI mau membunuh ayah saya. Apa salah ayah saya?

    Puji syukur alhamdulillah ayah saya dapat menyelamatkan diri atas anjuran ibu saya, namun ajudan dan adik saya menjadi korban.

    baca juga : 

    Menurut Survey, Mayoritas Masyarakat Tak Setuju Isu PKI Bangkit!

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here