Sulteng Libatkan Akademisi Unisa Palu untuk Atasi Penyakit Bangkalan Durian

Aug 12, 2026 - 19:29
 0  2
Sulteng Libatkan Akademisi Unisa Palu untuk Atasi Penyakit Bangkalan Durian

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengambil langkah strategis dengan melibatkan akademisi dari Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu untuk melakukan riset penanganan penyakit bangkalan pada buah durian. Inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama riset antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng dengan Unisa Palu dalam acara Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 di Palu, Rabu (12/8/2026).

Ad
Ad

Penyakit Bangkalan: Ancaman Serius bagi Petani Durian Sulteng

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan bahwa penyakit bangkalan menjadi momok bagi petani durian karena hingga kini belum ditemukan obat yang efektif untuk mengatasinya. "Bangkalan menjadi momok bagi petani durian, hingga kini belum ada obat-obatan mengatasi penyakit itu," ujar Anwar dalam sambutannya.

Menurutnya, penyakit ini dapat menekan kualitas buah durian sehingga berpotensi merugikan petani dan menurunkan daya saing durian Sulteng di pasar lokal maupun ekspor. Saat ini, petani hanya mampu melakukan langkah-langkah pengendalian seperti sanitasi kebun, pengaturan kelembaban, pemupukan seimbang, serta penggunaan fungisida dan biopestisida secara rutin.

Potensi Durian Sulawesi Tengah dan Upaya Hilirisasi

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, luas kebun durian di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 36 ribu hektare, dengan 12 ribu hektare sudah berproduksi. Potensi produksi durian diperkirakan mencapai 95.140 ton, tersebar di seluruh kabupaten/kota dengan sentra produksi terbesar di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.

"Itu artinya potensi komoditas hortikultura sangat besar," tambah Anwar. Melalui program Berani Panen, Pemprov Sulteng terus mendorong pengelolaan hilirisasi pertanian agar durian tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi juga memiliki nilai tambah yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah.

Kerja Sama Riset dan Harapan untuk Masa Depan Durian Sulteng

Kerja sama riset dengan Unisa Palu diharapkan dapat menghasilkan penangkal efektif terhadap penyakit bangkalan sehingga produktivitas durian meningkat dan kualitas buah terjaga. Menurut Anwar Hafid, menjaga kualitas buah sangat penting karena pasar ekspor, terutama China, sangat mengutamakan mutu produk.

"Kami berharap dari tingkat hulu (petani) hingga hilir (industri) harus sejalan supaya produksi durian terus berkelanjutan,"
ujar gubernur.

Lebih lanjut, Pemprov Sulteng berencana mengatur regulasi khusus terkait durian, termasuk rekayasa musim panen agar produksi dapat berlangsung sepanjang tahun dan memenuhi kebutuhan pasar ekspor secara konsisten.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif Pemprov Sulawesi Tengah melibatkan akademisi Unisa Palu dalam riset penyakit bangkalan merupakan langkah penting yang mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi salah satu kendala utama dalam agribisnis durian. Penyakit bangkalan yang belum ada obatnya selama ini menjadi penghambat utama peningkatan produktivitas dan kualitas durian Sulteng. Dengan riset yang melibatkan akademisi, ada potensi ditemukan solusi berbasis ilmiah yang dapat diaplikasikan secara luas kepada petani.

Lebih jauh, upaya hilirisasi dan peningkatan kualitas ini punya potensi besar untuk mengangkat nama durian Sulawesi Tengah di pasar internasional, terutama di China yang kini menjadi pasar ekspor utama. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan industri pengolahan agar rantai nilai durian bisa berjalan efektif dan berkesinambungan.

Pemantauan ketat terhadap perkembangan riset dan implementasi protokol ekspor sangat krusial agar durian Sulteng dapat betul-betul menjadi komoditas unggulan yang memperkuat ekonomi daerah. Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan ini, penting untuk terus mengikuti update resmi dari Pemprov Sulteng dan Unisa Palu.

Informasi lebih lanjut terkait kerja sama riset ini dapat dibaca langsung di sumber asli ANTARA News Sulteng dan berita pertanian terkini di Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad