CKG di Makassar Maksimalkan Deteksi Dini TBC dan Penyakit Hipertensi

Aug 12, 2026 - 19:29
 0  2
CKG di Makassar Maksimalkan Deteksi Dini TBC dan Penyakit Hipertensi

Dinas Kesehatan Kota Makassar kini memaksimalkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) sekaligus skrining penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes. Program ini digelar secara masif mulai Agustus hingga November 2026, dengan target menjangkau sekitar 33.900 warga di 339 titik yang tersebar di 153 kelurahan.

Ad
Ad

Deteksi Dini TBC dan Penyakit Tidak Menular Lewat CKG

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menegaskan bahwa CKG tidak hanya berfokus mendeteksi kasus TBC, melainkan juga menyaring 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup berbagai penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes. Menurut Nursaidah, banyak pasien PTM baru mengetahui penyakitnya setelah mengalami komplikasi berat sehingga skrining dini menjadi sangat penting.

"Harapan kami adalah memaksimalkan skrining 12 indikator SPM dalam CKG untuk deteksi penyakit sejak awal," ujar Nursaidah pada Rabu (12/8/2026).

Hipertensi dan diabetes menjadi perhatian utama karena kedua penyakit tersebut kerap terlambat terdiagnosis, yang berujung pada tingginya angka komplikasi yang membutuhkan penanganan rumah sakit. Oleh karena itu, CKG menjadi sarana penting agar masyarakat dapat memantau kondisi kesehatannya lebih awal dan mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih serius.

Tantangan Masyarakat Masih Takut Skrining

Namun, pelaksanaan skrining ini menghadapi kendala berupa rasa takut masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Nursaidah menyayangkan masih ada warga yang enggan mengikuti pemeriksaan karena khawatir hasilnya menunjukkan penyakit tertentu.

"Salah satu manfaat CKG adalah skrining, tapi kendalanya masyarakat takut diperiksa karena takut diketahui sakit," jelasnya.

Untuk mengatasi hal ini, Dinkes Makassar menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan rutin sebagai langkah pencegahan sekaligus deteksi dini penyakit.

Integrasi CKG dengan Program Tracing TBC

CKG juga diintegrasikan dengan program tracing TBC yang tengah digencarkan Pemkot Makassar. Tracing dan skrining ini dilaksanakan secara serentak di 339 titik di seluruh kelurahan dengan target 100 warga per titik.

Pendekatan ini melibatkan kolaborasi antara puskesmas, 51 rumah sakit, 220 klinik pratama dan utama, serta 88 dokter praktik perorangan. Dengan jejaring luas tersebut, program berharap dapat meningkatkan cakupan pemeriksaan sehingga deteksi dini TBC dan PTM semakin optimal.

"Semua puskesmas bergerak bersama untuk mencapai target 339 titik pada November mendatang," ujar Nursaidah.

CKG untuk Semua Usia, dari Bayi hingga Lansia

Dinkes Makassar juga memperluas sasaran CKG untuk mencakup masyarakat dari usia bayi baru lahir hingga lansia di atas 60 tahun. Hal ini dimaksudkan agar deteksi dini penyakit dapat dilakukan sejak usia dini hingga lanjut usia.

Masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan diimbau untuk memanfaatkan layanan CKG di puskesmas terdekat. Harapannya, dengan skrining yang lebih luas dan merata, masyarakat tidak lagi menunggu sampai gejala berat muncul sebelum memeriksakan kesehatan.

"Lebih cepat mengetahui ada penyakit, tentu lebih baik daripada menunggu komplikasi berat," tegas Nursaidah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif Dinkes Makassar mengintegrasikan Cek Kesehatan Gratis dengan tracing TBC serta skrining penyakit tidak menular merupakan langkah strategis yang sangat tepat di tengah tantangan kesehatan masyarakat saat ini. Pendekatan ini tidak hanya membantu menekan angka penyebaran TBC yang masih menjadi masalah serius, tetapi juga mengantisipasi beban penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang terus meningkat.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan Dinkes dan puskesmas dalam mengatasi stigma dan ketakutan masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Edukasi yang intensif dan pendekatan persuasif harus dilakukan agar partisipasi masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara rumah sakit, klinik, dan dokter praktik mandiri menjadi kunci agar cakupan layanan lebih merata dan efektif.

Kedepannya, perlu ada evaluasi berkala dan pengembangan metode skrining yang lebih inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi digital agar program ini dapat menjangkau lebih banyak orang dengan biaya dan waktu yang efisien. Masyarakat pun harus didorong untuk mengubah paradigma, bahwa pemeriksaan kesehatan rutin adalah investasi utama untuk kualitas hidup jangka panjang.

Untuk informasi lebih lanjut dan update program, masyarakat dapat mengakses detail program melalui laman resmi Dinas Kesehatan Kota Makassar dan mengikuti anjuran kesehatan dari tenaga medis profesional.

Menurut laporan IDN Times Sulsel, program ini menjadi salah satu upaya besar Pemkot Makassar dalam menekan angka penyakit menular dan tidak menular secara bersamaan dengan pendekatan yang terintegrasi dan sistematis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad