Apa Itu Passex? Latihan Gabungan Kapal Perang Indonesia-China yang Bikin Taiwan Marah
Latihan gabungan kapal perang antara Indonesia dan China di perairan timur Taiwan menjadi sorotan internasional setelah Kementerian Luar Negeri Taiwan mengungkapkan kemarahannya dan meminta klarifikasi kepada Indonesia. Latihan yang dikenal dengan sebutan Passing Exercise atau Passex ini dinilai Taiwan sebagai provokatif, sementara pihak Indonesia menegaskan bahwa latihan ini bersifat non-tempur dan merupakan kegiatan rutin angkatan laut di seluruh dunia.
Apa Itu Passex? Definisi dan Tujuan Latihan
Passex merupakan latihan gabungan antara dua kapal perang dari negara berbeda yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, koordinasi, dan operasional di laut. Biasanya, latihan ini meliputi prosedur navigasi bersama, komunikasi radio, serta pengisian perbekalan di laut. Latihan ini tidak dimaksudkan untuk aksi tempur, melainkan sebagai bentuk kerjasama dan kesiapsiagaan angkatan laut.
Dalam latihan yang direncanakan pada pertengahan Agustus 2026 ini, sebuah kapal fregat Angkatan Laut Indonesia, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dijadwalkan berlatih bersama kapal perang milik China di perairan sebelah timur Taiwan.
Reaksi Taiwan dan Tuduhan Provokasi
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan secara resmi menyatakan ketidaksenangannya atas rencana latihan ini. Taiwan menuding China melakukan tindakan sepihak yang mengabaikan norma internasional dan memperburuk ketegangan kawasan. Dalam pernyataan resminya, MOFA juga meminta Indonesia memberikan klarifikasi terkait partisipasinya dalam latihan tersebut.
"Di antara pihak-pihak di sepanjang rantai kepulauan pertama, hanya otoritas Beijing yang melakukan tindakan sepihak yang bersifat provokatif secara jahat dan tidak bertanggung jawab semacam itu, yang menciptakan ketidakamanan dan ancaman bagi kawasan," ujar MOFA Taiwan.
MOFA menegaskan bahwa Taiwan akan aktif menjaga kedaulatan dan hak berdaulatnya di perairan sebelah timur Taiwan, serta bekerja sama dengan mitra regional untuk memastikan kebebasan navigasi dan stabilitas kawasan. Namun, mereka tidak merinci langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.
Indonesia Tegaskan Latihan Bersifat Non-Tempur dan Lazim Dilakukan
Dari pihak Indonesia, TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa Passing Exercises (Passex) adalah latihan rutin yang biasa dilakukan oleh angkatan laut di seluruh dunia. Latihan ini tidak bermuatan tempur dan lebih menekankan pada peningkatan kemampuan komunikasi serta koordinasi operasional di laut.
Menurut Kementerian Pertahanan China, latihan ini akan fokus pada latihan komunikasi dan pengisian perbekalan di laut, yang merupakan elemen penting dalam operasi angkatan laut modern.
Implikasi dan Konteks Regional
Latihan militer di perairan yang sensitif seperti sebelah timur Taiwan selalu menarik perhatian karena ketegangan geopolitik antara China dan Taiwan yang masih tinggi. Keterlibatan negara ketiga seperti Indonesia dalam latihan gabungan ini menimbulkan spekulasi tentang posisi Indonesia dalam dinamika regional yang kompleks.
Namun, Indonesia selama ini menegaskan sikap netral dan mengedepankan prinsip bebas aktif dalam kebijakan luar negeri, termasuk dalam aktivitas militer. Latihan seperti Passex merupakan bagian dari upaya membangun hubungan militer yang sehat dan saling menguntungkan antar negara, tanpa bermaksud provokatif.
Daftar Fakta Penting tentang Passex Indonesia-China
- Latihan dijadwalkan berlangsung pertengahan Agustus 2026 di perairan sebelah timur Taiwan.
- Kapal fregat Indonesia yang terlibat adalah KRI I Gusti Ngurah Rai-332.
- Fokus latihan pada komunikasi dan pengisian perbekalan di laut, bukan aksi tempur.
- Taiwan menganggap latihan ini sebagai tindakan provokatif dari China.
- Indonesia menyatakan latihan adalah kegiatan rutin dan non-tempur.
- MOFA Taiwan meminta klarifikasi dan mengancam akan menjaga kedaulatan di wilayahnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, latihan Passex antara Indonesia dan China yang dilakukan di perairan sebelah timur Taiwan bukan sekadar latihan militer biasa. Meskipun Indonesia menegaskan latihan ini adalah non-tempur dan rutin, konteks geopolitik kawasan membuat kegiatan ini berdampak signifikan pada dinamika keamanan regional. Taiwan yang mengklaim wilayah itu merasa terancam oleh kehadiran militer asing yang berlatih bersama China, yang selama ini dianggap sebagai ancaman utama bagi kedaulatannya.
Latihan ini juga menandai semakin eratnya hubungan militer Indonesia dan China, yang patut diamati lebih jauh mengingat sensitivitas kawasan Asia Timur dan Tenggara. Indonesia harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam konflik kepentingan besar antara China dan pihak lain di kawasan, terutama mengingat sikap netral dan bebas aktif yang selama ini dijunjung.
Ke depan, publik dan pengamat perlu memantau bagaimana Indonesia akan menyeimbangkan hubungan militer dengan China tanpa mengabaikan hubungan baik dengan Taiwan dan negara-negara lain di kawasan. Selain itu, respons regional terhadap latihan ini juga akan menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas keamanan maritim Asia.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat laporan asli di SINDOnews dan berita terkait di BBC Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0