Bocah 4 Tahun Alami Stroke, Ini Gejala Awal yang Perlu Orang Tua Waspadai

Aug 13, 2026 - 12:40
 0  1
Bocah 4 Tahun Alami Stroke, Ini Gejala Awal yang Perlu Orang Tua Waspadai

Seorang bocah berusia 4 tahun asal Skotlandia mengalami stroke yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit hampir selama dua bulan. Peristiwa ini mengejutkan, terutama karena stroke biasanya dianggap sebagai penyakit orang dewasa. Namun, kasus bocah bernama Olivia Elliot ini membuka mata banyak orang tua tentang gejala stroke pada anak yang harus dikenali sejak dini.

Ad
Ad

Gejala Awal Stroke pada Anak yang Terjadi pada Olivia Elliot

Menurut cerita sang ibu, Rebecca, Olivia terbangun suatu pagi di Juni 2025 dengan muntah-muntah dan keluhan sakit kepala. Awalnya, Rebecca mengira Olivia hanya mengalami penyakit musiman biasa, tetapi kondisi anaknya memburuk dengan cepat. Olivia tiba-tiba terjatuh dan tidak mampu menggenggam tangan ibunya, yang membuat Rebecca segera membawanya ke rumah sakit.

Setelah menjalani pemeriksaan CT scan dan tes medis lainnya, dokter mendiagnosis Olivia menderita stroke. Tim medis menemukan adanya peradangan parah pada salah satu arteri utama yang memasok darah ke lehernya, yang diduga akibat cacar air yang pernah diderita Olivia pada Desember 2024.

"Saya tidak menyangka anak semuda empat tahun bisa terkena stroke," ujar Rebecca seperti dikutip dari New York Post.

Kondisi dan Perjalanan Pengobatan Olivia

  • Olivia sempat kehilangan kemampuan menggerakkan sisi kiri tubuhnya.
  • Bicaranya menjadi cadel dan salah satu sisi wajahnya terkulai.
  • Ia menjalani perawatan intensif hampir delapan minggu di rumah sakit.
  • Setelah stabil, Olivia mulai proses pemulihan dengan rehabilitasi intensif.

Olivia sendiri lahir prematur sembilan minggu sebelum waktunya dan sebelumnya didiagnosis dengan cerebral palsy ringan. Awalnya, gejala yang muncul saat Olivia jatuh dan tidak bisa menggerakkan sisi kiri tubuhnya disangka akibat cerebral palsy. Namun, diagnosis stroke akhirnya mengubah persepsi tersebut.

"Wajahnya sangat lesu. Dia tidak bisa makan atau berbicara," kenang Rebecca mengenai kondisi sang anak saat itu.

Perlahan-lahan, kondisi Olivia membaik setelah menjalani pengobatan dan terapi. Meski cerebral palsy tidak menjadi penyebab stroke, kondisi tersebut membuat proses pemulihan lebih menantang. Setelah dua minggu di rumah sakit, Olivia kembali ke rumah dan mulai bersekolah dengan bantuan kursi roda, serta didampingi oleh ibunya.

Peran Fisioterapi dan Dukungan Keluarga dalam Pemulihan

Rebecca percaya bahwa fisioterapi yang dijalani Olivia sebelum stroke sangat membantu proses pemulihan anaknya. Kini, Olivia sudah bisa berjalan sendiri di rumah dengan alat bantu. Rebecca mengungkapkan bahwa Olivia menjalani semua terapi tanpa keluhan, seolah sudah terbiasa dengan proses tersebut.

"Karena dia sudah terbiasa dengan fisioterapi dan kunjungan ke rumah sakit, proses pemulihannya berjalan sangat alami. Dia tidak pernah mengeluh. Dia hanya menjalaninya," tambah Rebecca.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Rebecca mendirikan Olivia's Step Foundation, sebuah yayasan yang fokus membantu keluarga anak-anak penyandang disabilitas agar mendapat dukungan yang lebih baik.

Pesan Penting untuk Orang Tua Mengenai Gejala Stroke pada Anak

Rebecca memberikan pesan penting kepada para orang tua agar lebih waspada terhadap gejala stroke pada anak yang seringkali tidak disangka, seperti muntah dan sakit kepala. Gejala ini biasanya dianggap sepele dan dikaitkan dengan penyakit biasa, padahal bisa menjadi tanda stroke.

"Gejala utamanya adalah muntah dan sakit kepala. Yang [biasanya] tidak [akan] Anda kaitkan dengan stroke," ujarnya.

Kasus Olivia Elliot ini menjadi pengingat penting bagi semua orang tua untuk tidak mengabaikan keluhan anak yang tampak biasa, apalagi jika disertai perubahan kemampuan motorik atau bicara. Penanganan cepat dan tepat bisa menyelamatkan nyawa dan meminimalisir dampak jangka panjang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus stroke pada anak seperti yang dialami Olivia menunjukkan betapa pentingnya edukasi kesehatan yang menyasar bukan hanya orang dewasa tapi juga gejala penyakit serius pada anak-anak. Stroke pada anak memang jarang terjadi, namun konsekuensinya bisa sangat berat dan memerlukan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Selain itu, kasus ini menyoroti dampak komplikasi penyakit lain seperti cacar air yang dapat memicu kondisi serius seperti peradangan arteri dan stroke. Orang tua seringkali menganggap remeh penyakit ringan, sehingga penting adanya peningkatan kewaspadaan terhadap gejala yang tidak biasa.

Ke depan, masyarakat dan tenaga medis perlu meningkatkan sosialisasi tentang tanda-tanda stroke pada anak serta pentingnya rehabilitasi dan dukungan psikososial dalam proses pemulihan. Inisiatif seperti yayasan Olivia's Step Foundation patut didukung dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya komprehensif membantu anak penyandang disabilitas.

Untuk informasi lebih lengkap terkait kasus ini, Anda dapat membaca berita aslinya di CNN Indonesia.

Selain itu, berita serupa mengenai stroke pada anak yang mendadak setelah olahraga juga dapat menjadi bahan pembelajaran tambahan dari CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad