CEO Saber Interactive Matt Karch Sebut AI Bisa Gantikan Penulis, Kontroversi Memanas
CEO Saber Interactive, Matt Karch, menjadi pusat kontroversi setelah pernyataannya yang mengungkapkan bahwa ia lebih memilih menggantikan penulis game dengan Artificial Intelligence (AI). Pernyataan tersebut muncul di tengah sengketa terkait penggunaan AI dalam pengembangan game Rideshare "Stimulator", yang memicu perdebatan luas tentang etika dan transparansi di industri game.
Pengakuan Mantan Penulis yang Digantikan AI
Stella Sacco, mantan penulis utama di Saber Interactive, mengungkapkan melalui media sosial bahwa dirinya digantikan oleh ChatGPT di tengah proses pengembangan game Rideshare Stimulator. Ia mengklaim bahwa seluruh suara penumpang dalam game tersebut dihasilkan oleh AI, dan bahwa penggantian ini tidak pernah diumumkan secara resmi di platform Steam.
"Saya bahkan tidak melihat pengumuman ini. Saya adalah penulis utama game ini! Saber menggantikan saya dengan ChatGPT di tengah pengembangan. Semua suara penumpang juga AI. Mungkin mereka mengubah arah atau tidak mengungkapkannya di Steam," ujar Stella Sacco dalam unggahan Twitter pada 12 Agustus 2026.
Respons Saber Interactive dan Klarifikasi Penggunaan AI
Saber Interactive menanggapi tudingan tersebut secara tegas dengan menyatakan bahwa tidak ada penulis yang digantikan oleh AI untuk game Rideshare ataupun proyek lainnya. Mereka juga menyebutkan bahwa jumlah penulis di perusahaan justru meningkat tiga kali lipat sejak 2023. Perusahaan menegaskan bahwa cerita game sepenuhnya ditulis oleh manusia.
Saber juga mengakui penggunaan AI dalam mode free-ride yang eksperimental, yang memungkinkan jumlah penumpang dalam game tidak terbatas. Mereka memandang AI sebagai alat untuk meningkatkan pengalaman bermain dan perilaku NPC (karakter non-pemain) yang sudah digunakan sejak didirikan pada 2001, serta menegaskan bahwa tidak ada karyawan yang perlu takut kehilangan pekerjaan akibat AI.
Konfirmasi dan Pernyataan Kontroversial CEO Matt Karch
Namun, Stella Sacco membantah pernyataan resmi Saber dan menegaskan kembali bahwa dirinya memang digantikan oleh ChatGPT untuk menyelesaikan penulisan teks game, termasuk pembaruan langsung yang direncanakan. Ia menuding CEO Saber, Matt Karch, menggunakan AI sebagai strategi publikasi yang kontroversial.
Matt Karch kemudian menambah kontroversi dengan pernyataan yang menggabungkan pengakuan penggunaan AI sekaligus serangan pribadi terhadap Sacco. Dalam pernyataannya, Karch mengatakan bahwa ia bahkan tidak mengenal Sacco secara pribadi dan menyebut bahwa Sacco melanggar klausul kerahasiaan dengan membocorkan informasi sebelum waktu yang tepat.
"Saya bertanya pada Claude karena saya belum pernah berbicara atau bertemu dengan Stella. Kami sudah mengatakan menggunakan AI untuk beberapa bagian game dan akan memperbarui halaman Steam setelah fitur finalisasi. Jika cerita ini menang penghargaan, yang menerima tentu orang yang bisa naik panggung, bukan AI," ujar Karch.
Lebih lanjut, Karch berkata, "Saya menggantikan Stella dengan seseorang yang lebih berbakat dan memecatnya karena berbagai alasan beberapa bulan kemudian. Jika menurut saya, saya bahkan lebih senang menggantikannya dengan AI, setidaknya AI diprogram untuk jujur."
Reaksi dan Dampak Terhadap Industri Game
Ungkapan Karch ini menuai kritik luas dari berbagai kalangan, terutama para profesional industri game yang membaca kejadian ini sebagai peringatan soal bagaimana perusahaan menggunakan AI dan memperlakukan karyawan. Stella Sacco menilai pernyataan tersebut sangat memalukan dan akan merusak reputasi Saber Interactive jauh lebih parah daripada dampak terhadap dirinya.
"Semua yang saya katakan benar. Pernyataan itu sungguh memalukan untuk seorang CEO dan akan menjadi paparan pertama banyak orang terhadap Saber," kata Sacco.
Daftar Poin Penting Kontroversi Saber Interactive dan AI
- Stella Sacco, mantan penulis utama, digantikan AI di tengah pengembangan game.
- Saber Interactive membantah penggantian penulis dengan AI dan menyatakan penggunaan AI hanya untuk mode permainan eksperimental.
- Matt Karch, CEO Saber, mengakui penggunaan AI namun juga menyerang pribadi Sacco dalam pernyataannya.
- Kontroversi ini memunculkan pertanyaan etis dan transparansi terkait penggunaan AI dalam industri game.
- Reputasi Saber Interactive berpotensi terdampak negatif di mata profesional dan komunitas gamer.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pernyataan CEO Matt Karch yang terbuka mengakui penggunaan AI sekaligus menyerang pribadi mantan karyawannya, menunjukkan adanya masalah serius dalam budaya kerja dan komunikasi di Saber Interactive. Penggunaan AI memang tak bisa dihindari di era digital ini, namun transparansi dan penghargaan terhadap tenaga kerja manusia adalah kunci utama menjaga reputasi perusahaan.
Selain itu, keputusan untuk menggantikan penulis dengan AI tanpa pengumuman resmi adalah langkah yang berisiko dan bisa menimbulkan distrust di kalangan penggemar dan profesional industri. Terlebih, pernyataan yang menyudutkan karyawan lama secara publik dapat memperburuk citra perusahaan di mata publik dan calon talenta.
Ke depan, hal yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana Saber Interactive dan perusahaan game lain mengintegrasikan AI secara etis dan transparan, tanpa mengorbankan kualitas karya dan hubungan dengan karyawan. Konsumen dan pekerja kreatif harus tetap mendapat jaminan bahwa penggunaan AI adalah alat bantu, bukan pengganti yang merugikan.
Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru seputar kontroversi ini, Anda dapat membaca langsung di artikel asli sumber Aftermath serta mengikuti berita dari media terpercaya seperti Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0