Panglima TNI Akui Ikut ‘Berpolitik’!

0
988
Copyright ©Kompas

Panglima TNI Akui Ikut ‘Berpolitik’!

Indowarta.com Panglima TNI Jenderal Gatot Normantyo mengatakan kalau dirinya ikut berkontestasi di politik negara Indonesia. Langkah ini diklaim merupakan salah satu kapasitasnya sebagai abdi negara sekarang ini.

BACA JUGA : HUT TNI Ke-72 Akan Jadi Perayaan Terakhir Bagi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo!

“Panglima TNI pasti berpolitik, tapi politiknya negara, bukan politik praktis. Saya akan menjalankan tugas saya secara konstitusi,” ujar panglima TNI, pada saat di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, setelah memimpin gladi resik puncak peringatan HUT TNI ke 72, Selasa 3 Oktober 2017.

Sekarang ini, pihaknya sedang menyiapkan juniornya untuk menggantikan posisinya sebagai panglima TNI. “Tugas saya menyiapkan adik-adik saya jadi pemimpin yang solid antar-TNI, antarmatra, dalam satu kesatuan komando, agar netral,”  kata dia.

WAJIB BACA :  Inilah Marsekal Hadi, Anak Penjual Rujak Cingur yang Akan Jadi Panglima TNI!

Gatot sekarang ini menjabat sebagai panglima TNI dalam tiga mitra, yaitu AU, AL, dan AD. Saat ini jabatannya tersebut hanya tinggal tersisa selama enam bulan. Jika nantinya presiden tidak memperpanjang masa jabatannya itu, maka ditubuh TNI akan ada penggantian pemimipin yang dilakukan April 2018 mendatang.

Gatot
Copyright ©detik

“Tugas saya secara administrasi tinggal enam bulan lagi,” kata dia.

BACA JUGA : Benarkah Rakyat Lebih Percaya Jenderal Gatot Nurmantyo Daripada Wiranto?

Sebelumnya, Gatot enggan memberikan komentarnya terkait dengan adanya kritik dari beberapa pihak yang menyatakan kalau dirinya akan memiliki agenda untuk masuk dalam politik pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Pihaknya menyatakan, selama ini dia tidak pernah keluar dari koridor fungsi dan tugasnya sebagai panglima TNI. “Saya tidak urusin politik kok. Saya urus keamanan, berkaitan dengan kedaulatan,” ungkap Gatot saat ditemui di kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat 29 September 2017.

WAJIB BACA :  Pernyataan Panglima TNI yang Penuh dengan Kontroversi dan Reformasi Keamanan!

Gatot menilai, kalau siapapun bebas untuk menudinganya telah berpolitik, jika hal itu sudah dikaitkan dengan sejumlah pernyataannya yang menimbukan polemik di kalangan publik. Bahkan, dia juga tidak membantah tudingan itu, karena setiap orang bebas untuk mengutarakan pendapatnya.

“Dia mengartikan sendiri, enggak apa-apa, itu haknya. Saya tidak mengoreksi orang punya pemikiran,” ujar dia.

Seperti diketahui, pernyataan panglima TNI itu terkait dengan adanya pembelian 5.000 senjata ilegal yang dilakukan oleh institusi non militer, pernyataan tersebut sudah menimbulkan beberapa reaksi dari masyarakat.

baca juga : Soal Kabar Pembelian Senjata Ilegal Oleh Gatot Nurmantyo, Ini Kata Fadli Zon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here