Mengintip Sejarah 5 Oktober yang Jadi HUT TNI!

0
717
Abu Sayyaf
Copyright©klimg

Mengintip Sejarah 5 Oktober yang Jadi HUT TNI!

Indowarta.com– Hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini diperingati setiap tanggal 5 Oktober 2017. Tanggal ini memiliki sejarah yagn panjang di awal masa kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA : HUT TNI Ke-72 Akan Jadi Perayaan Terakhir Bagi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo!

Terdapat nama  Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) dan juga Pembela Tanah Air (PETA) sebelum kemerdekaan. KNIL sendiri adalah tentara kerajaan Hindia Belanda yang telah dibentuk pada saat perang Diponegoro berlangsung. Sementara itu PETA ini telah dibentuk oleh Jepang untuk melawan tentara sekutu pada tahun 1943.

Pada tanggal 14 Februari 1945, Komandan Pleton (Sodancho) PETA yakni Supriyadi ini telah memimpin pemberontakan untuk melawan tentara Jepang di Blitar. Supriyadi sendiri sempat meminta pendaat Soekarno sebelum melakukan pemberontakan tersebut.

WAJIB BACA :  HUT TNI: Pesan Jokowi Kepada TNI, Waspadai Rongrongan yang Ganggu Pancasila!
Abu Sayyaf
Copyright©republika

Sukarno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams telah menyebutkan “Apa yang tidak diketahui orang sampai sekarang ialah bahwa Sukarno sendiri tersangkut dalam pemberontakan ini. Bagi orang Jepang, maka pemberontakan PETA merupakan suatu peristiwa yang tidak diduga sama sekali. Akan tetapi bagi Sukarno tidak. Aku telah mengetahui sebelumnya. Ingatlah bahwa rumahku di Blitar”.

Pada saat itu Soekarno sendiri merupakan pemimpin dari Putera (Pusat Tenaga Rakyat). Namun pada saat itu Soekarno telah meminta kepada Supriyadi untuk mempertimbangkan lagi mengenai dampak yang mungkin akan terjadi. Walaupun begitu, Supriyadi ini tetap saja memimpin pemberontakan yang berujung pada penangkapan beberapa pemimpin PETA oleh para tentara Jepang.

WAJIB BACA :  HUT TNI: Agus Hernoto, Prajurit Berkaki Satu yang Jadi legenda Kopassus!

Setelah pemberontakan tersebut, Supriyadi pun menghilang. Hingga saat ini nasib dari Supriyadi sendiri masih menjadi misteri. Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah telah membentuk Badan keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 23 Agustus 1945. Setelah itu dilakukan secara bertahap pembentukan BKR Darat, BKR Laut, dan BKR Udara.

BACA JUGA : Benarkah Rakyat Lebih Percaya Jenderal Gatot Nurmantyo Daripada Wiranto?

Akhirnya pada tanggal 5 Oktober 1945, Maklumat Pemerintah ini telah mengubah BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang di dalam situ juga memasukkan para mantan anggota PETA. Secara bertahap BKR laut dan udara pun juga menysuaikan penamanya.

Nama TKR sendiri sempat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Mengalami perubahan lagi menjadi Tentara Republik Indonesia pada tahun 1946. Presiden Soekarno telah itu mengubah nama TRI menjadi Tentara Nasional Indonesia pada tangal 3 Juni 1947. TNI merupakan gabungan dari TRI dan juga Tentara elemen rakyat yang lainnya.

WAJIB BACA :  HUT TNI: Kekuatan Militer Indonesia Jadi yang terkuat Se Asia Tenggara!

Jenderal Soedirman kemudian telah ditunjuk sebagai panglima besar pertama TNI. Meskipun nama TNI ni baru diberikan pada tanggal 3 Juni 1947, namun hari lahir kesatuan tersebut masih tetap diperingati pada tanggal 5 Oktober.

baca juga : 

Panglima TNI Akui Ikut ‘Berpolitik’!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here