Hukuman Mati Bagi Pemerkosa Anak Sudah Mulai Diterapkan!

0
723
Copyright ©Hukumonline

Hukuman Mati Bagi Pemerkosa Anak Sudah Mulai Diterapkan!

Indowarta.com – Jika sebelumnya hukuman mati hanya diberlakukan untuk perkara narkotika serta pembunuhan berencana, kini hukuman itu juga mulai diberlakukan bagi pemerkosa anak. Hal ini adalah hasil dari penerbitan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 yang sebelumnya dikenal dengan Perppu Kebiri.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Institut for Criminal Justice Refrom (ICJR) Supriyadi Widodo Eddyono, pada tahun 2017, ada 2 kasus kejahatan s*ksual pada anak yang pelakunya dituntut hukumn mati.

Dua tuntutan yang dimaksud yakni kasus persetubuhan anak yang ditangani oleh Pengadilan Negeri Sangatta, Kalimantan Timur, serta putusan oleh Pengadilan Negeri Sorong, Papua Barat.

Baca Juga Berita Terbaru : Dua Pembunuhan Cangkul Enno Parihah Dituntut Hukuman Mati !

Supriyadi mengatakan penggunaan hukuman tersebut dalam Perppu Kebiri sudah mulai dipraktikkan dan mulai menjadi tren yang digunakan oleh penuntut umum dalam dakwaan dan tuntutan. Menurut Supriyadi, PN Sangatta merupakan pengadilan pertama yang menerapkan pemberatan hukuman kejahatan s*ksual terhadap anak.

ilustrasi hukuman mati
Copyright ©Bintang

“Dakwaan pelaku Jurjani alias Ijur dilakukan pada Agustus 2016 dan telah menggunakan pasal dalam Perppu Kebiri,” kata Supriyadi.

Berdasarkan monitoring dari ICJR terhadap tren meningkatnya jumlah penuntutan hukuman pidana mati di bawah pemerintahan Presiden Jokowi, sepanjang Januari 2016 dampai Juni 2016 ada 26 perkara tuntutan pidana mati dan 17 putusan pidana mati.

Jumlah itu terus megalami peningkatan pada Juli 2016 sampai September 2017 yng menjadi 45 perkara tuntutan pidana mati dan 33 putusan pidana mati.

Jika dibandingkn dengan tahun 2016, maka tren tuntutan dan vonis hukuman mati 2017 berdasarkan jumalh perkara menunjukkan kenaikan yang signifikan yakni hampir dua kali lipat dalam penggunaan pidana mati.

Baca Juga Berita Terkini: Habisi 4 Nyawa Sekaligus Lecehkan korban, Muhdi Dijatuhi Hukuman Mati !

Supriyadi menambahkan, pada 2017 ini tren tuntutan pidana mati tersebut masih didominasi oleh kasus narkotika, selanjutnya kasus pembunuhan berencana disusul dengan kejahatan s*ksual anak.

Menurutnya, peningkatan jumlah tuntutan hukuman mati mulai mengkhawatirkan lantaran proses eksekusi mati yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dianggap melanggar prinsip keadilan dan hak asasi manusia.

Sementara itu, di dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Deputi V Bidang Politik, Hukum, dan HAM Kantor Staf Presiden (KSP), Ifdhl Kasim mengatakan bahwa tren pelaksanan hukuman mati memang meningkat di bawah pemerintahan Jokowu. Hanya saja ia tak merinci jumlah tuntutan dan eksekusi hukuman pidana mati yang terdapat pemerintahan sebelum Jokowi.

Baca Juga Berita Terkini: Siti Aisyah Akan Dikenai Hukuman Mati ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here