KPK Sebut Tak Mau Kalah Lagi Hadapi Setya Novanto!

0
750
KPK
Copyright©nusantaranews

KPK Sebut Tak Mau Kalah Lagi Hadapi Setya Novanto!

Indowarta.com – Kali ini pengusutan ketua DPR, Setya Novanto terkait kasus korupsi E-KTP terus dilakukan. KPK kini tengah mencari sejumlah bukti baru guna menjerat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat tersebut.

Hal ini juag dikatakan oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. Dia mengatakan jika pihaknya kini tengah mengumpulkan sejumlah bukti baru untuk menjerat kembali Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan E-KTP.

KPK kini tengah mempelajari adanya suap berupa jam tangan mewah dari Johannes Marliem kepada Novanto. Johannes sendiri merupakan seorang pengusaha bidang IT dan juga pimpinan Biomorf Lone LLC yang menjadi vendor proyek pengadaan E-KTP.

WAJIB BACA :  PDIP Tak Setuju DPR Bekukan Anggaran KPK dan Polri Gara gara Miryam!

‘Mengenai jam dari Johannes Marilem bukan merupakan suatu hal yang baru dan kami sudah dengar sebelumnya. Saat ini kami sedang kembangkan yang satu ini pelan-pelan dan terus kami pelajari’ ujarnya saat ditemui di Jakarta pada Senin, 9 Oktober 2017.

KPK
Copyright©kompas

Saut menambahkan jika KPK tak mau mengambil langkah terburu-buru untuk mengembalikan status tersangka Setya Novanto. Menurutnya hal tersebut karena pihaknya telah belajar dari pengalaman sebelumnya yahttp://indowarta.com/52238/kpk-sebut-tak-mau-kalah-lagi-hadapi-setya-novanto/kni ketika kalah dalam sidang praperadilan lawan Novanto.

‘Kami kan digaji memang untuk itu, tapi kami tidak mau kalah lagi. Pelan-pelan dan tenang saja’ ujar Saut.

Sedangkan dari informasi lain tepatnya dari agen khusus FBI, Jhonatan Holden menyebutkan jika Johannes Marilem pernah membeli jam tangan senilai 135.000 dollar Amerika Serikat (AS) di sebuah butik Beverly Hills. Meskipun tidak menyebutkan Setya Novanto, namun disebutkan jika jam mewah itu diberikan kepada Ketua Parlemen Indonesia yang kini tengah tersangkut kasus E-KTP.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Ada Pihak yang Sengaja Membantu Pelarian Miryam Haryani?

Johannes sendiri sebenarnya merupakan salah satu saksi kunci kasus E-KTP. Namun pada 12, Agustus 2017, ia diduga tewas bunuh diri di Amerika Serikat. Pengusaha muda tersebut diduga mempunyai rekaman pejabat dan pengusaha yang terlibat dalam kasus korupsi E-KTP.

Bahkan sebagian rekaman tersebut sudah diperdengarkan kepada penyidik KPK ketika bertemu dengannya di Amerika Serikat. Saat itu Johannes enggan untuk diperiksa dan tak beselang lama ia ditemukan tewas dikediamannya.

Sementara itu dalam kasus E-KTP yang merugikan negara hingga 2.3 triliun ini, KPK sempat menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka. Namun penetapan tersangka itu dianggap tidak sah setelah Novanto memenagkan gugatan praperadilan yang diajukannya. Hakim tunggal Cepi Iskandar mempermasalahkan bukti yang dimiliki oleh lembaga antirasuah itu karena dianggap pernah dipakai untuk tersangka sebelumnya.

Baca juga : KPK Hadirkan Ketua Pansus Angket di Sidang Andi Narogong Hari Ini!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here