Netanyahu Pasang Foto Mamdani hingga Khamenei di Billboard Jelang Pemilu Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat langkah kontroversial dengan memasang foto sejumlah tokoh internasional dalam satu billboard besar yang dipasang jelang pemilihan umum Israel. Dalam billboard tersebut, terlihat foto Wali Kota New York Zohran Mamdani, pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamanei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Sekretaris Jenderal Hizbullah Naem Qassem.
Unggahan foto billboard tersebut juga disertai dengan pernyataan tegas dari Netanyahu di platform X (sebelumnya Twitter), "Jangan biarkan mereka menang", yang menunjukkan sikap kerasnya terhadap tokoh-tokoh tersebut.
Siapa Saja Tokoh di Billboard Netanyahu?
- Zohran Mamdani: Wali Kota New York yang dikenal vokal mengecam kebijakan Israel, bahkan pernah menyatakan akan menangkap Netanyahu jika PM Israel itu menginjak New York, berdasarkan perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
- Mojtaba Khamanei: Pemimpin tertinggi Iran yang selama ini dianggap Netanyahu sebagai musuh utama dan ancaman serius bagi keamanan Israel.
- Recep Tayyip Erdogan: Presiden Turki yang memiliki hubungan buruk dengan Netanyahu sejak agresi Israel di Palestina, bahkan hingga memutuskan hubungan dagang.
- Naem Qassem: Sekretaris Jenderal Hizbullah, kelompok militan yang juga dianggap ancaman oleh Israel.
Konflik dan Ketegangan yang Mendasari Billboard
Billboard ini bukan sekadar alat kampanye, namun juga simbol ketegangan geopolitik dan politik domestik yang sedang terjadi. Netanyahu telah lama menganggap Khamanei dan Qassem sebagai musuh yang harus dihadapi secara militer dan politik. Sementara Erdogan selalu mengkritik keras kebijakan Israel di Palestina dan pernah disebut Netanyahu sebagai "diktator" yang tak perlu mimpi kejayaan Ottoman.
Relasi Netanyahu dengan Mamdani juga tidak harmonis, karena Mamdani sangat vokal mengkritik kebijakan Israel dan mendukung hak-hak Palestina, berbanding terbalik dengan sikap Presiden Amerika Serikat yang saat ini cenderung mendukung Israel.
Strategi Politik Netanyahu Jelang Pemilu
Unggahan billboard ini muncul di tengah persiapan pemilihan pendahuluan internal partai Likud, yang akan menentukan daftar kandidat anggota parlemen untuk pemilu umum pada Oktober 2026. Netanyahu berusaha memobilisasi dukungan dengan mengedepankan isu keamanan dan ancaman dari luar serta dalam negeri.
Netanyahu juga mengkritik calon lain dalam partainya, seperti Eisenkot dan Yair Golan, yang dianggapnya akan membentuk koalisi dengan partai Arab, sesuatu yang ia tolak keras.
"Besok, saya akan memberikan suara dalam pemilihan pendahuluan Likud untuk daftar pemenang yang akan memastikan bahwa Eisenkot dan Yair Golan tidak membentuk pemerintahan sempit dengan partai-partai Arab, seperti yang mereka janjikan," ujar Netanyahu.
Namun, kepercayaan diri Netanyahu tidak sepenuhnya didukung oleh publik Israel. Survei terbaru oleh media Israel Channel 13 menunjukkan keunggulan partai baru yang dibentuk Eisenkot, Yashar, dengan 23 kursi, dibandingkan Likud yang hanya 22 kursi. Selain itu, 43% responden menilai Eisenkot sebagai kandidat PM paling cocok, sedangkan Netanyahu hanya mendapat dukungan 34%.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, langkah Netanyahu memasang foto tokoh-tokoh kontroversial ini adalah strategi kampanye yang langkah yang dinilai kontroversial untuk menegaskan narasi ancaman keamanan yang dihadapi Israel dari luar dan dalam negeri. Dengan menggabungkan figur seperti Mamdani, Khamanei, dan Erdogan, Netanyahu berusaha mengkonstruksi citra bahwa musuh-musuh Israel bukan hanya ancaman militer, tetapi juga politik dan sosial yang harus dilawan bersama.
Namun, strategi ini juga berisiko memperdalam polarisasi politik di Israel dan memperkeruh hubungan dengan negara-negara yang terlibat. Sikap keras Netanyahu terhadap partai-partai Arab dan tokoh oposisi internal juga menunjukkan ketegangan dalam dinamika politik domestik yang dapat memicu ketidakstabilan lebih lanjut.
Ke depan, publik dan pengamat politik perlu mengamati bagaimana langkah kampanye Netanyahu ini mempengaruhi hasil pemilu Oktober dan apakah pendekatan keras ini akan mampu mengamankan posisi kekuasaan Netanyahu, atau justru membuka peluang bagi oposisi yang lebih moderat dan inklusif untuk naik ke tampuk pemerintahan.
Untuk informasi lebih lengkap dan terkini, kunjungi laporan asli di CNN Indonesia dan berita terkait di BBC Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0