Jared Kushner Tekan Netanyahu Supaya Setujui Kesepakatan Perdamaian Gaza

Aug 18, 2026 - 12:45
 0  9
Jared Kushner Tekan Netanyahu Supaya Setujui Kesepakatan Perdamaian Gaza

Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus utusan khusus untuk Timur Tengah, melakukan tekanan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar segera menindaklanjuti kesepakatan perdamaian di Jalur Gaza.

Ad
Ad

Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip CNN Indonesia dan Al Jazeera, Kushner menyatakan bahwa kesepakatan tersebut menawarkan manfaat bagi Israel, terutama dalam menghilangkan ancaman keamanan yang selama ini ditimbulkan oleh Hamas. "Bagi Israel, kami pikir ini adalah situasi yang menguntungkan semua pihak, karena jika Hamas benar-benar menyerahkan senjata dan terowongan secara sukarela dalam 60 hingga 90 hari ke depan, itu jelas akan menghilangkan ancaman keamanan yang sangat besar bagi Israel, sebuah pencapaian yang hampir tak terbayangkan," ujar Kushner.

Tekanan Langsung ke Netanyahu

Kushner bertemu langsung dengan Netanyahu pada hari Senin, namun pertemuan tersebut belum membuahkan terobosan berarti karena PM Israel tetap menolak kesepakatan perdamaian Gaza. Menantu Trump itu menegaskan, jika Israel tidak menunjukkan keseriusan, maka dunia akan menilai bahwa kesungguhan mereka dalam proses perdamaian adalah meragukan.

"Jika mereka tidak menindaklanjuti komitmen mereka sekarang, semua orang akan melihat bahwa mereka tidak tulus dalam hal perdamaian," kata Kushner.

Namun, jika Israel benar-benar berkomitmen, Kushner percaya bahwa Amerika Serikat dan negara-negara lain dapat membantu menyelesaikan berbagai isu terkait rekonstruksi dan stabilisasi Gaza.

Syarat Rekonstruksi Gaza

Kushner juga menegaskan bahwa pemerintahan Trump tidak akan mengizinkan proses rekonstruksi di Gaza berjalan sebelum Hamas melucuti seluruh senjatanya. "Kami punya rencana membangun kembali Gaza, tetapi kami tak akan mengizinkan Gaza kembali sampai demiliterisasi terjadi," ujar dia.

Hamas sendiri telah setuju untuk melucuti senjata sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian, namun pihaknya bersikeras tidak akan mematuhi perjanjian selama Israel belum menarik pasukan dan masih melakukan serangan ke wilayah Gaza.

Perlawanan Israel Terhadap Kesepakatan

Israel menolak seluruh poin kesepakatan sejak awal dan tetap mempertahankan sikap keras terhadap Hamas. Meskipun Amerika Serikat berulang kali memberikan tekanan kepada Tel Aviv, belum terlihat perubahan sikap signifikan dari pemerintah Israel.

AS bahkan telah mengakomodasi kekhawatiran Israel dengan menyatakan tidak akan menarik pasukan Zionis sebelum Hamas benar-benar melucuti senjata. Kushner menambahkan, "Kami juga tak akan membatasi hak Israel untuk membela diri jika ada ancaman yang akan segera terjadi," dan menegaskan pentingnya klarifikasi terhadap arti dan konsekuensi dari kesepakatan tersebut.

Konflik Berkelanjutan dan Dampaknya

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada November tahun lalu, Israel masih kerap melancarkan serangan ke Gaza. Serangan ini telah menyebabkan 1.265 korban jiwa di Gaza dan kerusakan besar pada infrastruktur. Selama agresi Israel di Palestina, lebih dari 73.000 warga tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas hancur, serta jutaan orang terpaksa mengungsi.

Gencatan senjata dan perdamaian di Gaza menjadi isu yang sangat kompleks karena melibatkan kepentingan keamanan Israel dan aspirasi kemerdekaan Palestina yang masih sulit didamaikan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kunjungan Jared Kushner ke Israel dan upayanya menekan Netanyahu menggarisbawahi betapa pentingnya posisi Amerika Serikat dalam menyelesaikan konflik Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun. Namun, sikap keras Israel yang masih menolak kesepakatan menandakan bahwa perdamaian sejati masih jauh dari jangkauan, terutama jika tidak ada kompromi dari kedua belah pihak.

Tekanan AS agar Hamas melucuti senjata sebelum rekonstruksi Gaza memungkinkan merupakan strategi yang berisiko memperpanjang penderitaan warga sipil. Di sisi lain, jika Hamas merasa tidak aman dan terus mengalami serangan militer, kemungkinan mereka untuk menerima syarat tersebut sangat kecil. Ini menunjukkan dilema besar di tengah ketegangan geopolitik yang rumit.

Ke depan, pantauan ketat terhadap dinamika politik Israel-Palestina dan peran Amerika Serikat sangat krusial. Upaya diplomasi yang inklusif dan pendekatan yang lebih lunak mungkin diperlukan agar solusi damai yang berkelanjutan bisa tercipta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad