Mantan Buruh Pabrik China Rela Bayar Rp7 Miliar untuk Jadi Turis Luar Angkasa

Aug 18, 2026 - 16:50
 0  2
Mantan Buruh Pabrik China Rela Bayar Rp7 Miliar untuk Jadi Turis Luar Angkasa

Seorang mantan buruh pabrik asal China, Huang Xiaochi, bersiap mencetak sejarah sebagai salah satu turis luar angkasa komersial pertama di Negeri Tirai Bambu. Huang, yang kini berusia 73 tahun, akan melakukan penerbangan suborbital menggunakan pesawat luar angkasa CYZ1 pada tahun 2028.

Ad
Ad

Melansir CNBC Indonesia dan South China Morning Post, Huang resmi ditetapkan sebagai penumpang nomor 022 untuk proyek pesawat CYZ1, milik perusahaan rintisan antariksa komersial China, InterstellOr.

Harga Tiket Turis Luar Angkasa: Rp7 Miliar

Tiket prapenjualan untuk penerbangan ini dipatok sebesar 3 juta yuan atau sekitar US$440.000, yang setara dengan kurang lebih Rp7,04 miliar. Harga tiket ini memungkinkan penumpang melihat lengkungan Bumi dari luar atmosfer saat pesawat mencapai garis Kármán, yaitu batas di ketinggian sekitar 100 kilometer di atas permukaan laut yang diakui sebagai awal ruang angkasa.

Penerbangan ini disebut sebagai penerbangan suborbital, yang berarti pesawat akan naik sampai melewati batas ruang angkasa namun tidak memasuki orbit penuh mengelilingi Bumi. Dari titik tersebut, para penumpang dapat menikmati pemandangan luar biasa dan merasakan kondisi tanpa bobot untuk beberapa saat sebelum kembali ke permukaan.

Perjalanan Hidup Huang Xiaochi: Dari Buruh Pabrik Jadi Insinyur

Huang lahir pada tahun 1953 di Shunde, Foshan, Provinsi Guangdong, China Selatan. Pada 1984, ia bergabung dengan Kelon, produsen peralatan rumah tangga yang baru berdiri di kampung halamannya. Meskipun hanya menempuh pendidikan formal hingga sekolah menengah, Huang secara mandiri mempelajari berbagai disiplin ilmu seperti gambar teknik, fisika, kimia, geometri, dan bahasa Inggris.

Berbekal kemampuan tersebut, Huang berhasil naik dari posisi petugas pengendalian kualitas menjadi Wakil Presiden bidang teknik di Kelon. Ia memimpin tim pengembangan dalam menciptakan kulkas pertama Kelon serta mengembangkan kulkas hemat energi pertama di China tanpa menggunakan freon.

Motivasi ke Luar Angkasa: Hanya Ingin Melihat Dunia

Saat ditanya alasan ingin pergi ke luar angkasa pada usia 73 tahun, Huang menjawab sederhana:

"Saya hanya ingin pergi melihat-lihat, seperti perjalanan lainnya."

Huang mendaftarkan diri ke misi tersebut sehari sebelum peluncuran pesawat berawak Shenzhou 23 pada 24 Mei 2026 di Jiuquan Satellite Launch Centre, tempat yang juga ia kunjungi untuk menyaksikan peluncuran. Di antara awak Shenzhou 23 ada Lai Ka-ying, astronaut pertama asal Hong Kong yang juga keturunan Shunde.

Ketika menyaksikan peluncuran, Huang mengutip pandangan tentang dorongan manusia untuk menjelajahi ruang angkasa:

"Bumi adalah tempat lahir umat manusia, tetapi kita tidak ingin selamanya tinggal di tempat lahir itu."

Reaksi Publik dan Dampaknya

Kisah inspiratif Huang mendapat respons hangat dari warganet China. Seorang pengguna internet menyimpulkan perjalanan hidup Huang dengan singkat:

"Dia telah menjalani hidupnya sepenuhnya."
  • Usia lanjut bukan halangan bagi Huang untuk mewujudkan impiannya menjelajah luar angkasa.
  • Harga tiket yang sangat mahal menandai bahwa wisata luar angkasa komersial masih terbatas bagi kalangan tertentu.
  • Perkembangan industri antariksa China yang mulai memasuki era komersialisasi dengan proyek seperti CYZ1 dari InterstellOr.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kisah Huang Xiaochi bukan hanya soal keberanian dan impian pribadi, tetapi juga menandai babak baru dalam industri perjalanan luar angkasa komersial di China. Turis luar angkasa yang berasal dari latar belakang sederhana seperti mantan buruh pabrik menunjukkan bahwa akses ke luar angkasa perlahan menjadi lebih inklusif, meskipun harga tiket masih sangat tinggi.

Ini juga mencerminkan kemajuan teknologi dan ambisi China untuk tidak hanya menjadi pemain utama dalam eksplorasi luar angkasa, tetapi juga membuka peluang wisata antariksa bagi masyarakatnya. Namun, harga tiket yang mencapai Rp7 miliar menunjukkan bahwa wisata ini masih eksklusif dan lebih merupakan simbol status dibandingkan pengalaman massal saat ini.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana perkembangan teknologi dan regulasi akan menurunkan biaya serta meningkatkan keamanan penerbangan wisata luar angkasa. Selain itu, pelibatan masyarakat luas dan persaingan internasional di sektor ini bisa mempercepat transformasi wisata antariksa menjadi lebih terjangkau dan populer.

Dengan semakin banyaknya warga sipil yang terbang ke luar angkasa, cerita seperti Huang Xiaochi menjadi inspirasi dan pengingat bahwa impian menjelajah luar angkasa bukan hanya milik astronot profesional, tetapi juga masyarakat biasa. Tetap ikuti perkembangan terbaru terkait wisata luar angkasa di sumber terpercaya dan berita teknologi terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad