Perempuan Ini Alami 4 Penyakit Autoimun Sekaligus, Ini Fakta Lengkapnya

Aug 18, 2026 - 21:21
 0  4
Perempuan Ini Alami 4 Penyakit Autoimun Sekaligus, Ini Fakta Lengkapnya

Kasus langka seorang perempuan berusia 40 tahun di China yang hidup dengan empat penyakit autoimun sekaligus menjadi sorotan dunia medis. Ia didiagnosis mengidap kolitis ulseratif, hepatitis autoimun, kolangitis sklerosis primer, dan gastritis autoimun. Penemuan penyakit keempat ini bermula dari penyelidikan anemia defisiensi besi berat tanpa adanya sumber perdarahan yang jelas.

Ad
Ad

Anemia Defisiensi Besi Menjadi Pintu Masuk Diagnosis

Pasien ini awalnya dilarikan ke rumah sakit dengan kadar hemoglobin hanya 89 g/L dan ferritin sangat rendah, menandakan anemia defisiensi besi. Namun, dokter kesulitan menemukan penyebab kehilangan darah yang biasanya menjadi penyebab utama anemia tersebut. Pemeriksaan darah samar pada tinja berulang kali negatif, dan evaluasi ginekologi juga tidak menemukan perdarahan yang dapat menjelaskan anemia.

Fakta ini menjadi semakin rumit karena pasien sebelumnya sudah memiliki tiga penyakit autoimun yang menyerang sistem imun dan saluran pencernaan, yaitu hepatitis autoimun dan kolangitis sklerosis primer yang sudah didiagnosis sejak 2016, serta kolitis ulseratif sejak 2019. Saat anemia ditemukan, kolitis ulseratif dalam kondisi remisi.

Laporan lengkap kasus ini dipublikasikan pada 11 Agustus 2026 di jurnal Frontiers in Immunology.

Penelusuran Lebih Dalam Mengarah ke Gastritis Autoimun

Karena tidak ada bukti perdarahan, dokter mengalihkan fokus ke kemungkinan gangguan penyerapan zat besi. Melalui endoskopi, ditemukan atrofi berat pada bagian badan dan fundus lambung. Pemeriksaan jaringan menunjukkan peradangan yang didominasi limfosit dan penurunan jumlah sel parietal, yaitu sel yang berperan dalam produksi asam lambung.

Selain itu, tes darah menemukan antibodi terhadap sel parietal. Kombinasi temuan ini mengonfirmasi diagnosis gastritis autoimun, penyakit autoimun keempat yang dialami pasien.

Pada gastritis autoimun, sistem imun menyerang sel parietal lambung sehingga produksi asam lambung menurun. Padahal, asam lambung sangat penting untuk mengubah zat besi dari makanan menjadi bentuk yang bisa diserap tubuh. Akibatnya, pasien bisa mengalami defisiensi besi meski tidak ada perdarahan.

Uniknya, kadar vitamin B12 pasien masih normal. Hal ini tidak mengeliminasi diagnosis gastritis autoimun karena penelitian sebelumnya menunjukkan defisiensi besi bisa muncul lebih dulu, sementara defisiensi vitamin B12 biasanya berkembang kemudian seiring progresivitas kerusakan lambung.

Mengapa Penyakit Autoimun Bisa Muncul Bersamaan?

Fenomena munculnya beberapa penyakit autoimun bersamaan bukan hal yang asing di dunia medis. Studi prospektif pada 104 pasien dengan penyakit hati autoimun tahun 2025 menemukan bahwa 22,1 persen memiliki antibodi sel parietal, dan 91,3 persen dari mereka dikonfirmasi menderita autoimmune gastritis secara histologis.

Para peneliti menduga bahwa berbagai penyakit autoimun tersebut mungkin memiliki kerentanan genetik dan mekanisme imun yang sama, meskipun hubungan sebab-akibatnya belum jelas. Tidak semua penderita satu penyakit autoimun akan otomatis mengidap penyakit autoimun lain.

Dalam kasus ini, dokter juga mempertimbangkan kemungkinan pasien mengalami autoimmune polyglandular syndrome type 3B (APS-3B), kondisi yang melibatkan penyakit tiroid autoimun dan penyakit autoimun lain, termasuk di saluran pencernaan. Namun, diagnosis tersebut belum bisa dipastikan karena pasien sudah menjalani pengangkatan kelenjar tiroid akibat kanker dan tidak ada bukti penyakit tiroid autoimun sebelumnya.

Pelajaran Penting untuk Penanganan Anemia Defisiensi Besi

Kombinasi empat penyakit autoimun yang dialami pasien ini merupakan kasus langka dan tidak bisa dijadikan acuan seberapa sering kondisi seperti ini terjadi. Namun, kasus ini menggarisbawahi pentingnya penyelidikan mendalam terhadap anemia defisiensi besi yang penyebabnya tidak jelas, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit autoimun.

Anemia pada pasien ini menjadi petunjuk penting bahwa sistem imun juga menyerang lambung, sehingga diagnosis gastritis autoimun bisa ditegakkan dan penanganan yang tepat diberikan.

Pasien mendapat terapi suplementasi zat besi serta pemantauan kadar vitamin B12 dan folat secara berkala. Dokter juga berencana melakukan endoskopi dan biopsi ulang karena gastritis autoimun dapat menimbulkan komplikasi lambung jangka panjang, termasuk risiko kanker lambung.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini menjadi peringatan penting bahwa penyakit autoimun tidak hanya berdiri sendiri, melainkan dapat saling terkait dan muncul secara bersamaan, sehingga penanganannya harus lebih komprehensif dan multidisiplin. Anemia defisiensi besi yang tidak kunjung membaik tanpa penyebab jelas harus menjadi alarm bagi dokter untuk menggali kemungkinan gangguan autoimun lain yang tersembunyi.

Lebih jauh, kasus ini membuka peluang penelitian mendalam mengenai hubungan genetik dan imunologis antar penyakit autoimun, yang dapat membantu pengembangan terapi yang lebih efektif dan personal. Masyarakat juga perlu waspada dan rutin memeriksakan kondisi kesehatan, khususnya jika memiliki riwayat penyakit autoimun.

Ke depan, penting bagi tenaga medis untuk meningkatkan kesadaran tentang sindrom autoimun kompleks seperti APS-3B, meskipun diagnosisnya belum pasti, agar bisa melakukan pengawasan lebih ketat dan pencegahan komplikasi serius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad