Dedi Mulyadi Diincar PSI oleh Jokowi, Pola Lompat Partai Kembali Terulang?

Aug 19, 2026 - 12:04
 0  3
Dedi Mulyadi Diincar PSI oleh Jokowi, Pola Lompat Partai Kembali Terulang?

Dedi Mulyadi, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus kader Partai Gerindra, disebut tengah menjadi incaran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa pola lompat partai yang pernah dilakukan Dedi sebelumnya dari Golkar ke Gerindra bisa kembali terulang.

Ad
Ad

Alasan Dedi Mulyadi Jadi Target Akuisisi PSI

Menurut jurnalis senior Hersubeno Arief, Dedi Mulyadi dipandang memiliki elektabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan Presiden Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Elektabilitas ini dinilai memiliki potensi coattail effect atau efek ekor jas yang dapat menguntungkan PSI secara signifikan dalam menghadapi Pemilu 2029.

"Jokowi masih terus melakukan akuisisi-akuisisi dari politisi yang cukup senior dan punya nama besar. Saya kira figur seperti Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, itu menjadi salah satu bidikan atau target utama dari Jokowi," ujar Hersubeno dalam kanal YouTube Hersubeno Point, Rabu (19/8).

Hersubeno juga mengungkapkan bahwa posisi Dedi di Partai Gerindra semakin tidak nyaman karena harus bersaing langsung dengan Prabowo Subianto. Situasi ini bisa menjadi faktor pendorong Dedi untuk mempertimbangkan tawaran PSI.

Pola Lompat Partai Dedi Mulyadi dan Implikasinya

Sejarah politik Dedi Mulyadi mencatat bahwa ia pernah berpindah partai dari Golkar ke Gerindra. Pengalaman ini menjadi indikasi bahwa Dedi tidak menutup kemungkinan melakukan langkah serupa jika tawaran PSI dianggap menguntungkan.

  • Kondisi tidak nyaman di Gerindra: Posisi Dedi yang head-to-head dengan Prabowo memicu ketidakpastian.
  • Potensi elektabilitas tinggi: Dedi dianggap figur yang mampu mendongkrak suara PSI.
  • Strategi akuisisi Jokowi: Mencari politisi senior untuk memperkuat PSI dalam menghadapi Pemilu 2029.

Selain itu, Hersubeno menyinggung kemungkinan skenario koalisi pasangan Dedi Mulyadi dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2029. Skenario ini membuka peluang PSI untuk menjadi partai besar sekaligus menjaga sirkulasi kekuasaan di tingkat nasional.

"Kalau kemudian ini win-win, jadi antara Dedi Mulyadi dengan Gibran, ya skenarionya, kemudian Dedi Mulyadi dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres tahun 2029. Jadi Gibran masih tetap ada sirkulasi kekuasaan," jelas Hersubeno.

Target Besar PSI di Pemilu 2029

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa target PSI bukan hanya sekadar mengamankan kursi di parlemen, melainkan meraih kemenangan di Pemilu 2029. Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Daerah PSI Kota Kupang, Jokowi menyatakan:

"Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Bukan itu. Target kita adalah kemenangan di 2029," ujar Jokowi, Sabtu (1/8/2026).

Meskipun Jokowi tidak merinci target besar tersebut, pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa PSI sedang mempersiapkan strategi besar, termasuk mendekati politisi senior seperti Dedi Mulyadi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Jokowi untuk mengincar Dedi Mulyadi melalui PSI merupakan strategi politik yang sangat signifikan dalam konteks dinamika partai politik Indonesia saat ini. Pola lompat partai yang pernah dilakukan Dedi bukan hanya soal perubahan afiliasi, tetapi juga mencerminkan pragmatisme politik demi mempertahankan relevansi dan kekuatan elektoral.

Jika skenario ini benar-benar terjadi, PSI bisa mendapatkan keuntungan besar dalam mengukuhkan posisi sebagai partai yang mampu menarik figur senior berpengaruh. Hal ini berpotensi menggeser peta kekuatan politik terutama di Jawa Barat, yang merupakan provinsi dengan basis pemilih besar dan strategis. Namun, risiko dari strategi ini adalah potensi konflik internal di PSI dan Gerindra serta reaksi dari pendukung yang mengkritik perpindahan partai politik yang dianggap opportunistik.

Kita juga perlu mencermati bagaimana Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi, akan memainkan peran dalam koalisi politik masa depan jika skenario pasangan dengan Dedi Mulyadi benar terjadi. Ini bisa menjadi game-changer dalam Pilpres 2029 dan membawa perubahan signifikan dalam peta kekuasaan nasional.

Untuk perkembangan selanjutnya, publik dan pengamat politik harus terus mengikuti dinamika tawar-menawar politik di antara elite partai serta reaksi kader dan basis pemilih dari partai terkait. Situasi ini akan sangat menentukan arah politik Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Informasi lebih lengkap dan update tentang perkembangan politik ini dapat diakses melalui sumber resmi seperti Warta Ekonomi dan portal berita terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad