Registrasi Kartu SIM Prabayar Tak Perlu Cantumka Nama Ibu Kandung!

0
1486
SIM Card Prabayar
Copyright ©liputan6

Registrasi Kartu SIM Prabayar Tak Perlu Cantumka Nama Ibu Kandung!

Indowarta.com – Belum lama ini, pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru untuk seluruh pengguna kartu SIM Prabayar. Peraturan tersebut adalah untuk melakukan resgristrasi ulang kartu SIM prabayar yang mereka gunakan.

BACA JUGA : Begini Cara Registrasi Ulang Kartu SIM Prabayar!

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017, pada 31 Oktober mendatang seluruh pengguna kartu SIM prabayar baik yang lama atupun pengguna yang baru diwajibkan untuk melakukan pendaftaran nomor mereka.

Dalam melakukan regristrasi kartu SIM prabayar ini, para pelanggan harus mengisi dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang terdapat pada kartu tanda penduduk (KTP), serta harus menyertakan nomor KK sesuai dengan kepemilikan.

WAJIB BACA :  Cara Unreg Kartu SIM Prabayar All Operator yang Telah Teregistrasi!

Namun belakangan ini, ada beberapa kabar yang menyatakan kalau dalam prose regristrasi kartu SIM prabayar harus menyertakan nama ibu kandung. Namun, terkait dengan hal tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Tidak perlu input (masukan) nama ibu kandung.
Format yang diberlakukan hanya perlu NIK dan no KK,” jelas Plt Humas Kemenkominfo di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

SIM Card Prabayar
Copyright ©kompastekno

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh pengguna pada saat melakukan regristrasi kartu SIM prabayar, jika ada permintaan input nama ibu kandung, alangkah baiknya tidak perlu diisi karena hal itu tidak wajib.

BACA JUGA : Wajib Lakukan Registrasi Ulang Kartu SIM Prabayar!

“Itu tidak benar. Rekomendasinya cukup NIK dan no KK,” tegas dia.

WAJIB BACA :  90 Juta Lebih Pelanggan Telah Lakukan Registrasi Kartu SIM Prabayar!

Sebelumnya, Menteri Kominikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan, adanya peraturan dalam melakukan regristrasi kartu SIM prabayar ini merupakan salah satu bentuk penyempurnaan dari aturan yang sudah dibuat oleh Kominfo pada 2005 lalu.

Pihaknya menambahkan, tujuan dari adanya aturan ini adalah untuk dapat menekankan penyalahgunaan kartu SIM prabayar kedepannya. Karena selama ini, banyak penyalahgunaan untuk bentuk penipuan, dan juga melakukan penyebaran konten negatif atau hate speech.

Agar peraturan ini berjalan efektif, pada saat melakukan regristrai kartu SIM prabayar akan dilengkapi dengan validasi yang dilakukan oleh masing-masing operator telekomunikasi tersebut. Hal ini bertujuan untuk menyamakan data yang sudah dimasukkan oleh pengguna dengan data yang dimiliki oleh Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

BACA JUGA : Daftar Ulang SIM Card Prabayar Wajib Dilakukan Mulai Tanggal 31 Oktober!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here