Saat Jokowi Sebut Media Sosial di Indonesia Sangat Kejam!

0
665
Jokowi
Copyrigth ©serambi Indonesia

Saat Jokowi Sebut Media Sosial di Indonesia Sangat Kejam!

Indowarta.com – Media sosial saat ini memang menjadi hal utama dan hampir semua berhubungan dengan media sosial. Kali ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengleuhkan jika media sosial di Indonesia sangat kejam.

Hal ini diungkapkan oleh Jokowi di hadapan para pimpinan pondok pesantren Muhammadiyah dari seluruh Indonesia. Saat itu Presiden menghadiri dan berkesempatan membuka Rakoras Pesantren Muhammadiyah di Pondok Pesantren Darul Arqam, Garut, Jawa Barat pada Selasa, 17 Oktober 2017.

‘Ketika itu Presiden negara lain bilang media mainstream bidang ditaklukan. Kemudian mereka tanya ke saya bagaimana media sosial di Indonesia? saya jawab media sosia di Indonesia sangat kejam’ kata Presiden Jokowi.

WAJIB BACA :  Mengenal Nurhadi, Sosok Calon Presiden Fiktif yang Mendadak Viral di Medsos !

Jokowi pun menyebut medsos di Tanah Air kejam bukan tanpa alasan dan ia mengaku jika di media sosial ada foto rekayasa dirinya bersama pentolan Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit tengah berpidato pada tahun 1995. Entah siapa yang merekayasa padahal saat itu Presiden Jokowi belum lahir.

Jokowi
Copyrigth ©kompasregional

‘Tahun 1965 saat PKI dibubarkan saja, saya masih balita. Saat itu masih ada balita PKI’ ujarnya disambut tawa peserta Rakornas.

Orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan jika foto tersebut jelas tidak benar karena dirinya baru lahir pada tahun 1961. Sedangkan peristiwa yang ada dalam rekayasa foto dirinya dengan DN Aidit terjadi pada tahun 1955.

WAJIB BACA :  Berita terkini: FB dan twitter Banjir Ucapan Selamat Atas Kelahiran Cucu Jokowi, Penjual Koran dan Makanan Dilarang Masuk RS !!

Maka dari itu Presiden mengatakan salah satu cara mengatasi permasalahan ini ialah dengan menyaring informasi yang cepat di media sosial. Caranya dengan membangun karakter, terutama kepada anak didik termasuk santri putri.

‘Pembangunan karakter anak-anak didik kita denga nilai-nilai agama. Dengan nilai-nilai karakter Indonesia sehingga tidak terpengaruh oleh informasi yang akan mengubah budaya perilaku, budi pekerti yang dimiliki oleh Bagsa Indonesia. Tapi medsos tidak ada yang bentengi ataupun memagari, maka inilah fungsi pesantern Muhammadiyah untuk memberikan pemahaman yang benar pada santri-santrinya’ ujar Jokowi.

Dengan itu Jokowi juga berharap supaya para pemimpin pondok pesantren Muhammadiyah dapat membantu anak-anak agar tidak termakan dan dipengaruhi oleh berita hoax. Hal itu diharapkan Presiden Jokowi karena hoaks atau berita bohong sendiri di medsos dapat berpengaruh besar terhadap generasi penerus bangsa.

Baca juga : Soal Pidato Pribumi Anies Baswedan, Hidayat Nur Wahid Singgung Jokowi dan Megawati!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here