Aktvitas Gunung Agung Menurun, Status Masih Awas!

0
925
Gunung Agung
Copyright ©Tribunnews

Aktvitas Gunung Agung Menurun, Status Masih Awas!

Indowarta.com – Aktivitas Gunung Agung dalam tiga hari belakangan ini terpatau telah mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya. Meski begitu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani menyatakan, kalau gunung yang ada di Bali tersebut masuh berstatus awas.

BACA JUGA : Gunung Sinabung Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 2.5 KM!

“Sejak kemarin, jumlah gempa mengalami penurunan yang cukup dramatis,” ujar Kasbani di Karangasem, Bali, Senin (23/10/2017).

Berdasarkan data visual yang sudah dilakukan menyatakan asap putih yang berasal dari kawah Gunung Agung sudah terlihat mulai melemah. Akan tetapi, intensitas dari asap putih itu masih tebal dan memiliki ketinggian mencapai 500 meter dari pemukaan kawah.

WAJIB BACA :  Gempa 4.2 SR Dari Gunung Agung, Getaran Terasa Sampai Gianyar!

“Hasil analisis terakhir mengindikasikan bahwa aktivitas Gunung Agung masih tinggi sehingga statusnya sampai hari ini adalah tetap di level awas,” tutur Kasbani.

Walau diketahui kalau aktivitas dari Gunung Agung sudah menunjukkan sebuah penurunan dalam beberapa hari ini, namun kata Kasbani, data seismik, deformasi, geokimia dan visual sudah menyatakan hal yang berbeda. Hal ini karena adanya penurunan grastis yang menunjukkan sudah tidak ada bebatuan atau sedimen yang mempu menahan tekanan magma.

Gunung Agung
Copyright©liputan6

“Data GPS selama satu bulan terakhir menunjukkan bahwa terjadi penggembungan di bagian puncak sekira 6 cm. Data satelit yang terakhir pada 15 Oktober 2017 juga menunjukkan bahwa dipuncak terjadi penggembungan berkisar 6 cm. Ini berarti magma sudah berada di atas 4 kilometer dari puncak kawah,” ungkapnya.

WAJIB BACA :  Gunung Agung Berstatus Awas, PVMBG Belum Bisa Prediksi Kapan Meletus!

BACA JUGA : Melalui Foto di Drone Ini, Rekahan Kawah Gunung Agung Meluas!

Menurut Kasbani, jika secara visual kawah gunung yang memiliki tinggi 3.142 Mdpl itu sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan, hal itu karena adanya beberapa rekahan yang terjadi disekitar gunung dan memunculkan asap sulfatara hingga dapat mencapai ketinggian 100-500 meter dari permukaan kawah.

Dari pemantauan yang dilakukan melalui citra satelit menunjukkan area panas baru telah muncul di Gunung Agung. Area panas tersebut muncul pada bagian timur laut dan bagian tengah. “Dan keluarnya air dari permukaan kawah menunjukkan adanya gangguan hidrologis di dalam tubuh gunung akibat pergerakan magma yang masif,” jelasnya.

BACA JUGA : Waspada Zona Merah di Gunung Sinabung, Banjir Lahar Bisa Jadi Ancaman!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here