Gagasan Revolusi Putih Prabowo Tak Disepakati Oleh Menkes, Kenapa?

0
1329
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Copyright ©Republika

Gagasan Revolusi Putih Prabowo Tak Disepakati Oleh Menkes, Kenapa?

Indowarta.com – Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik dari Katua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, telah melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam pertemuan itu telah melakukan pembicaraan mengenai ‘Revolusi Putih’.

BACA JUGA : Usai Jokowi, Anies-Sandi Siap Temui Ahok di Penjara!

Hashim menilai, Revolusi Putih merupakan sebuah gagasan dari Prabowo yaitu untuk anak-anak agar mendapatkan asupan susu yang baik. Namun, Manteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek tidak sependapat dengan adanya gagasan tersebut.

“Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dapat dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana?” ungkap Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menganai Revolusi Putih tersebut, di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).

WAJIB BACA :  Prabowo Berada di Peringkat Atas Penantang Jokowi Untuk Pilpres 2019!

Kadungan susu, ujar Nila, tidak hanya mengandung sejumlah protein saja, namun juga ada lemak dan glukosa (gula). Sehingga, dia menilai kalau susu dapat digantikan dengan ikan yang sama-sama memiliki protein yang tinggi. Ditambah jumlah ikan yang ada di Indonesia lebih banyak jika dibandingkan dengan sapi perah untuk bahan susu.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek
Copyright ©klikkabar

“Jadi kalian harus mau makan ikan. Bu Susi (Menteri Perikanan dan Kelautan) sudah capek-capek nenggelamin kapal (pencuri ikan), masa kalian tidak mau makan ikan?” kata Nila.

BACA JUGA : Coba Motor Listrik Gesits Buatan Anak ITS, Menteri Jonan Ngaku Minat Beli!

Nila juga menjelaskan, ada sejumlah jenis ikan darat yang juga memiliki gizi seperti halnya ikan laut. Bahkan, masyarakat juga cukup mudah untuk mencari beberapa jenis ikan darat yang memiliki kandungan gizi tinggi.

WAJIB BACA :  Keyakinan Fadli Zon Saat Berani Ramal Prabowo Jadi Presiden di Tahun 2019!

“Ada ikan lele, ikan nila, ikan mujair, lebih mudah. Kurang begitu setuju kalau susu saja. Gizi itu harus seimbang. Karbohidrat berapa, protein berapa. Kacang hijau, nasi ganti jagung. Kamu makan beli buah anggur, makanlah itu kesemek,” tuturnya.

Namun, dia menyatakan kesepakatannya jika asupan protein kepada anak-anak Indonesia perlu adanya penanbahan.  Sehingga dengan itu, akan memberikan manfaat kepada anak-anak agar mereka terhindari dari stuting.

“Kita kan tahu, bahwa orang kerdil kita ini otaknya jadi ikut kerdil itu yang kita sedih. Dalam hal ini, ini cukup tinggi. Pada 2013 Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) kita 37,2. Artinya 10 anak, 4 mempunyai stunting,” jelas Nila.

WAJIB BACA :  Ini Balasan Jokowi Soal Kritikan SBY dan Prabowo!

BACA JUGA : Penjelasan Soal Revolusi Putih Prabowo Subianto!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here