Asa Kasus Teror Novel Baswedan Menggantung di Tangan Jokowi!

0
728
Novel baswedan
Copyright ©okezone

Asa Kasus Teror Novel Baswedan Menggantung di Tangan Jokowi!

Indowarta.com – Perkembangan kasus penyerangan yang menimpa penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilakukan. Terkait kasus ini KPK mengelar jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta pada Selasa sore, 31 Oktober 2017.

Satu demi satu peserta diskusi yang ikut membahas perkembangan kasus penyiraman air keras ini memasuki ruang jumpa pers. Nampak Ketua KPK Agus Rahardjo duduk di tengah tepatnya diantara mantan pemimpin KPK Abraham Samad dan Busyro Muqoddas.

Kemudian disisi kanan Samad, tengah duduk Wakil Ketua KPK M Jasin yang kini menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Agama. Sedangkan disisi kiri terlihat tengah duduk Najwa Shihab dan mantan peneliti utama bidang politik Lembaga Ilmu Penegtahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabotinggi.

WAJIB BACA :  Fadli Zon Kritisi Jokowi yang Kumpulkan 'Buzzer' di Istana!

Pada acara pembahasan kasus Novel Baswedan juga dihadiri Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjanto dan mantan Koordinator Kontras Haris Azhar. Mereka bertiga terlihat duduk dibelakang Agus Rahardjo yang memimpin pertemuan itu.

Novel Baswedan
Copyright ©detik

Selain itu juga hadir Sekertaris Jenderal Transparency Internasional Indonesia Dadang Trisasongko, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammdiyah Dhanil Anzar Simanjuntak dan ketua Bidang advokasi YBLHI Muhammad Isnur. Nampak diskusi pun dimulai dan terlihat kala itu diskusi berjalan dengan alot.

Najwa yang juga salah satu pewawancara Novel kala itu juga memberikan sedikit gambaran diskusi yang juag dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Laode Syarif dna Basaria Pndjaitan. Rapat diawali dengan perdebatan keras dan Najwa mengungkapkan jika serangan terhadap Novel bukanlah serangan pribadi, melainkan serangan yang ditujukan kepada semua pihak yang tak mau korupsi merajarela.

WAJIB BACA :  Jokowi Perintahkan BMKG Untuk Ganti Alat Peringatan Dini Tsunami yang Rusak !

Peserta pun sepakat jika kasus penyerangan Novel Baswedan ini ditangani oleh jajaran kepolisian begitu lamban. Hal itu dikatakan karena sudah 202 hari polisi belum juga mengungkap pelaku. Menurut Abraham Samad mengatakan diskusi ini menyepakati solusi mengungkap kasus ini dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Sedangkan mennaggai hal itu Agus Rahardjo mengatakan jika dirinya belum bisa mengambil keputsan karena diskusi pimpinan KPK tak lengkap sehingga perlu dibahas kembali. Sedangkan Bambang Widjojanto menilai jika tak kunjung ditemukan pelaku penyerangan Novel karena ada hambatan politis baik dari dalam maupun luar Polri.

Menurutnya secara teknis, Korp Bhayangkara bisa mengungkap kasus ini dengan cepat. Kasus Novel saat ini tergantung dengan keputusa Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya sebelumnya Jokowi menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus terhadap Kapolri Tito Karnavian untuk mengusutnya.

WAJIB BACA :  Bupati Halmahera Timur Rudi Irawan Ditahan KPK?

Bambang sendiri mengungkapkan selain menyampaikan usulan TGPF, kehadiran para pemimpin KPK untuk menumbuhan optimisme jika kasus Novel bisa segera dituntaskan dalam waktu dekat.

Baca juga : Curhatan Novel Baswedan Soal Penyiraman Air keras Lewat Video Call!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here