Buruh Kecewa Anies Baswedan Sandiaga Uno Teken UMP DKI 2018 Sebesar Ro 3.6 Juta!

0
614
UMP DKI 2018
Copyright©megapolitan

Buruh Kecewa Anies Baswedan Sandiaga Uno Teken UMP DKI 2018 Sebesar Ro 3.6 Juta!

Indowarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mentapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2018. Namun penetapan UMP DKI 2018 sebesar Rp 3,6 juta menimbulkan kekcewaan bagi serikat buruh.

Terkait penetapan UMP 2018 untuk DKI Jakarta ini juga ditanggapi oleh Ketua Departemen Infokom dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Kahar S Cahyono. Dia menuturkan penetapan UMP ini berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Hal tersebut dianggap tidak sejalan dengan janji kampanye Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Kahar mengungkapkan jika pihaknya dan para buruh kecewa dengan penetapan UMP DKI 2018 yang tak sesuai dengan janji kampanye Anies-Sandi. ‘Kami kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Anies-Sandi. Saat kampanye, Anies sudah membuat kontrak dengan politik kaum buruh. Dia berjanji tak akan menaikan UMP menggunakan PP No 78’ ujarnya saat dimintai keterangan pada Kamis, 2 November 2017.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Survei Pilkada DKI Menurut LSI Menangkan Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno!

Dia menambhkan Anies-Sandi seharusnya menepati kontrak politik dengan buruh yang telah disepakati saat kampanye. Kahar mengatakan seharusnya penetapan UMP ini tidak berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015. Pasalnya perhitunagn UMP menurut PP Nomor 78 ini berdasarkan inflansi dan pertumbuhan ekonomi.

UMP DKI 2018
Copyright©megapolitan

Menurut Kahar seharusnya UMP ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Itu dikatakannya karena perhitunagn UMP menurut UU No 13 ini berdasarkan kebutuhan hidup layak, inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Jika berdasarkan UU Nomor 13/2003 itu maka UMP yang layak untuk DKI Jakarta yakni sebesar Rp 3,9 juta. Kahar pun menilai jika Anies sama halnya dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok yang saat itu menetapkan UMP berdasrkan UU No 78 Tahun 2015.

WAJIB BACA :  Bareng Prabowo, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Soal Isu Timur Tengah!

‘Anies -Sandi sama halnya dengan Ahok yang dulu kami kritik karena upah murah dengan mentapkan UMP berdasarkan UU No 78. Kami buruh sangat kecewa’ ujar Kahar.

Sementara itu sebelumnya Anies Baswedan menetapkan UMP DKI 2018 dari Rp 3.648.035 naik 8,71 persen dari UMP 2017. UMP yang tak sesuai dengan tuntutan buruh bukan berarti tak berpihak kepada mereka para buruh. Pemprov DKI sendiri akan memberikan kompensasi untuk buruh yang besaran gaji maksimal setara dengan UMP.

Hal itu diberikan untuk menurunkan pengeluaran biaya hidup buruh. Selain itu Anies-Sandi akan memberikan layanan gratis naik Transjakarta untuk buruh yang bekerja di Ibu kota mulai tahun depan.

Baca juga : Upah Minimum Provinsi (UMP)di 2018 Naik Sebesar 8,71 Persen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here