Jual Kayu Bakar Tanpa Izin, Perempuan di Blora Ini Masuk Bui!

0
698
Penjara Ilustrasi
Copyright ©NET

Jual Kayu Bakar Tanpa Izin, Perempuan di Blora Ini Masuk Bui!

Indowarta.com – Seorang perempuan yang berasal warga Kabupaten Blora bernama Lilik Sudarwati (42) sekarang ini harus mendekam di balik jeruji besi. Hal itu terjadi setelah dirinya diringkus oleh sejumlah polisi karena telah jual kayu bakar tanpa izin dan disetai dokumen resmi.

BACA JUGA : Viral Video Pasutri Dikeroyok Rombongan Pengantar Jenazah, kenapa?

Perempuan ini sudah melakukan aktivitas jual kayu bakar tanpa izin di kawasan rumah sejak dua tahun lalu. Kasubag Humas Polres Blora AKP Suharto mengatakan, tersangka sudah diamankan oleh pihak Polres. Penangkapan dilakukan bersama dengan tim dari Perhutani KPH Randublatung.

Selama ini, kata dia, tersangka sudah melakukan penjualan kayu bakar dengan skala besar. Hal itu dijualnya di kawasan rumahnya beberapa tahun belakangan ini. Sehingga polisi langsung melakukan penangkapan.

Pengamanan kepada tersangka berawal dari patroli yang telah digelar oleh petugas perhutani. Pada saat itu para petugas telah melihat adalah sebuah truk yang bernopol K 1316 NE sedang membawa sebuah kayu bakar dengan jumlah besar.

Setelah dilakukan penghadangan dan pengecekan, ternyata petugas menemukan kayu yang masih dapat digunakan untuk produksi. Pada saat dilakukan introgasi lebih dalam, diketahui sopir teruk itu bernama Susanto (50).

Tersangka Jual Kayu Tanpa Izin
Copyright ©Detik

Sang sopir mengaku kalau muatan yang telah dibawanya tersebut akan dijual kepada perempuan jual kayu bakar tanpa izin tersebut. Sedangkan total dari penyedikan itu ditemukan 74 batang kayu bakar yang memiliki volune mencapai 1.281 meter kublik.

BACA JUGA : Murid SMP yang Dihajar Guru Langsung Masuk IGD!

“Akibat tindakan ilegal tersebut, pihak Perhutani mengalami kerugian senilai Rp 2 juta. Tersangka beserta barang bukti sebuah truk diamankan petugas,” kata AKP Suharto, Senin (6/11/2017).

“Kayu ini selain bisa dijual kembali untuk kebutuhan kayu bakar, juga dijual untuk produksi mebel. Ada juga tunggak akar jati yang kami amankan,” sambungnya.

Terkait dengan adanya praktik jual kayu bakar tanpa izin ini, kata Suharto, tersangka akan dijerat dengan pasal 12 huruf L dan M jo pasal 87 ayat (1) huruf (1) c dan (2) b UU RI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan.

“Bunyi dari pasal itu adalah setiap orang dilarang menerima, membeli atau menjual, menerima tukar menukar titipan, menyimpan atau menguasai hasil hutan yang tidak dilengkapi surat keterangan atau dokumen yang sah, maka tersangka akan dikenakan sanksi tegas,” ujarnya.

BACA JUGA : Viral di FB, Serangga Mengerikan dengan Ekor Bercabang Empat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here