Kominfo Ancam Blokir WhatsApp!

0
865
Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani
Copyright ©kominfo

Kominfo Ancam Blokir WhatsApp!

Indowarta.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan, pihaknya akan segera melakukan pemblokiran pada media sosial WhatsApp, jika layanan pesan instan ini tidak secara tegas melakukan pemblokiran terkait dengan adanya konten pornografi.

BACA JUGA : Cara Membuat Daftar Isi di Ms Word Secara Otomatis!

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pihaknya akan memberikan waktu kepada WhatsApp yaitu selama 2×24 jam, sejak pertama kali pemberitahuan kepada mereka diberikan.

Dia menilai, walau adanya konten negatif tersebut berasal dari pihak ketiga. Namun WhatsApp sendiri tidak boleh membiarkan hal tersebut, karena adanya penyebaran konten itu telah berada di platform mereka. Sehingga dengan itu, layanan media sosial ini harus dsegera bertindak untuk membersihkannya.

WAJIB BACA :  Cegah Pengintip, WhatsApp Keluarkan Dana Sampai Rp 683 Miliar!

“Meski itu dari pihak ketiga, WhatsApp tidak boleh lepas tangan karena itu ada di dalam platform mereka. WhatsApp harus segera membersihkannya, kalau tidak diblokir,” ungkap Semuel dalam sesi konferensi pers di Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Samuel mengatakan, adanya pemberitahuan kepada WhatsApp untuk segera melakukan tindakan pembasmian adanya konten negatif ini dilakukan oleh Kominfo pada Minggu malam, atau dapat dikatakan pada Senin dini hari.

WhatsApp
Copyright ©Tribunnews

Dengan adanya waktu yang sudah diberikan Kominfo kepada WhatsApp selama 2×24 jam, yaitu tepatnya pada Rabu. Jika media sosial tersebut tidak segera melakukan pembersihan adanya konten negatif itu maka akan dilakukan pemblokiran.

BACA JUGA : Cara Mengembalikan Status Lama di WhatsApp, Begini!

“Kalau tidak ada respons dan belum membersihkan kontennya selama 2 x 24 jam, itu sampai Rabu artinya, ya kita blokir, maupun itu versi aplikasi maupun website-nya,” ujarnya.

WAJIB BACA :  Dinas Kominfo DKI Sudah Pilih Video Rapim yang Diunggah Ke Youtube!

Sebelumnya, pemerintah melalui Kominfo juga pernah melakukan pemblokiran kepada beberapa media sosial lainnya, yang salah satunya adalah layanan pesan instan Telegram. Pada saat itu, Kominfo telah menemukan sejumlah konten negatif pada media sosial tersebut, seperti yang bermuatan dengan terorisme, radikalisme, dan pornografi.

Namun, Kominfo kembali membuka pemblokiran tersebut, usai CEO Telegram Pavel Durov datang langsung ke Indonesia dan melakukan pertemuan langsung untuk melakukan pembahasan mengenai pemblokiran itu, bahkan sempat melakukan makan siang dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

BACA JUGA : Heboh Konten GIF Menjurus Pornografi di WhatsApp!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here