Densus 88 Bertolak Ke Filipina, Soal Ostri Pimpinan Maute!

0
584
Densus 88
Copyrigth©republika

Densus 88 Bertolak Ke Filipina, Soal Ostri Pimpinan Maute!

Indowarta.com– Pada hari Selasa 7 November 2017, tim dari Detasemen Khusus 88 Antiteror ini telah berangkat ke Filipina menemui kepolisian setempat.

BACA JUGA : Heboh Konten GIF Menjurus Pornografi di WhatsApp!

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul telah mengatakan bahwa akan berkoordinasi mengenaii penangkapan Minhati Madrais, WNI yang merupakan istri dari salah satu pemimpin Maute Group yakni Omar Khayam di Tubod Iligan City, Filipina.

Martinus, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta pada hari Selasa 7 November 2017 ini telah mengatakan “Anggota Densus 88 antiteror berjumlah lima orang telah berangkat tadi pagi ke Filipina untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas Filipina”.

WAJIB BACA :  Sebelum Serpong, Densus 88 Tangkap Juga 3 Terduga Teroris di Jambi!

densus 88

Martinus mengatakan bahwa di Filipina nanti polisi akan mewawancarai Minhati mengenai aktivitasnya selama di Marawi. Densus 88 ini juga akan melakukan pendalaman terhadap keterkaitannya dengan aksi teror yang ada di Indonesia.

BACA JUGA : 6 Cara Mengatasi Smartphone Cepat Panas!

Martinus telah mengatakan “Anggota Densus 88 antiteror berjumlah lima orang telah berangkat tadi pagi ke Filipina untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas Filipina”. Tidak hanya dari Densus 88 saja, nantinya juga akan terdapat perwakilan dari Kementerian Luar Negeri yang juga akan bertolak ke Filipina. Kemenlu nantinya juga akan memberikan pendampingan terhadap Minhati.

Minhati sendiri telah berhasil ditangkap oleh otoriitas Filipina. Penangkapan itu berhasil dilancarkan pada hari Minggu 5 November 2017. Minhati telah berhasil ditangkap di Tubod Iligan City, Filipina bersama dengan enam anaknya.

WAJIB BACA :  3 Hari Saja, Densus 88 Tangkap 19 Terduga Teroris!

Bersamaan dengan penangkapan tersebut, pihak Filipina juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa material yang biasa ditemukan pada bom yakni empat buat blasting cap, alat yang ditancapkan pada bahan peledak yang berfungsi sebagai penghantar pemicu ledakan.

Tidak hanya itu saja, petugas juga telah berhasil menemukan dua buah detonating cord dan juga satu time fuse. Selain itu petugas juga telah menemukan paspor yang sudah habis masa berlakunya.

Beradasarkan catatan dari Imigrasi Filipina, Minhati telah tiba di Manila pada tahun 2015 yang lalu. Sebeumnya dirinya sempat mengajukan perpanjangan visa namun pada saat tenggat waktu berlakukan visa pada 30 Januari 2017 tida lagi melapor.

baca juga : 

Walau Ada Unsur Hot, Fadli Zon Minta WhatsApp Tak Diblokir!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here