KPK Tak Pernah Bocorkan Soal Sprindik Setya Novanto!

0
694
KPK
Copyright©rilis

KPK Tak Pernah Bocorkan Soal Sprindik Setya Novanto!

Indowarta.com – Ketua DPR Setya Novanto kini terus menjadi bahan perbincangan setelah dikabarkan sprindiknya dibocorkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi KPK sendiri menyebut jika pihaknya tak menyebarkan spridik tersebut.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengklaim lembaganya tidak tahu menahu terkait pihak mana yang membocorkan surat pemerintah dimulainya penyidikan (SPDP) itu. Dia juga memastikan surat tersebut tak disebarkan oleh pihak KPK.

Selain itu Febri juga menanggapi ketika ditanya mengenai apakah yang membocorkan SPDP itu merupakan pihak yang menerima surat. Dalam hal ini yang menerima surat ialah Setya Novanto dan kuasa hukumnya.

‘Saya tidak tahu dan sumbernya dari mana saya juga tidak dapat sampaikan’ ujarnya saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan pada Selasa 7 November 2017.

WAJIB BACA :  Setelah Sakit Jantung, Kini Gangguan Keseimbangan Setya Novanto Bermasalah!
KPK
Copyright©kompas

Seperti diketahi jika SPDP KPK terhadap Setya Novanto tersebar dan ramai diperbincangkan. Sprindik itu sendiri namapak ditanda tangani oleh Dikerktur Penyidikan KPK Aris Budiman pada tanggal 3 November 2017.

Dalam SPDP itu mencantumkan tanggal penerbitan surat perintah penyidik (srindik) untuk Novanto tertanggal 31 Oktober 2017. Febri sendiri tak membantah keberadaan sprindik dan SPDP itu. Dia juga membenarkan KPK memang telah membuka penyidik baru kasus kartu tanda penduduk (e-KTP).

Bahkan dikatakan Febri, pihaknya baru menetapkan satu orang sebagai tersangka. Sedangkan untuk informasi lain Febri mengaku belum dapat mengiformasikannya. ‘Info yang lain belum bisa kami konfirmasi terait teknisnya’ ujarnya.

Dia menambahkan setelah sprindik diterbitkan, KPK juga harus menerbitka SPDP. Penerbitan SPDP itu sendiri paling lambat tujuh hari setelahnya. Tembusan itu kemudian ditujukan kepada tersangka, terlapor, dan korban.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Perlu Segera Ditahan?

Menurut Febri hanya ada satu sprindik lembar SPDP yang diterbitkan oleh KPK. Dalam sprindik itu sendiri disebutkan jika Setya Novanto menjadi tersangka dalam kasus korupsi E-KTP. Sedangkan pengacara Novanto, Frendich Yunadi membantah menerima surat tersebut.

Sedangkan tanggapan juga datang dari Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia. Dia mengatakan terbitnya SPDP terhadap Setya Novanto ini merupakan babak baru dalam menyelesikan dalam penyelsaian kasusu korupsi E-KTP. Menurutnya langkah KPK tersebut terkesan ragu-ragu dan dengan dikeluarkannya SPDP ini membuktikan jika KPK serius menanganani kasus ini.

Baca juga : Jawaban Setya Novanto yang Selalu Lupa dan Tidak Tahu Saat Didepan Hakim!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here