Ketika Dua Pimpinan KPK Ini Mulai ‘Diguncang’ Oleh Setya Novanto!

0
624
Copyright ©Instagram/s.novanto

Ketika Dua Pimpinan KPK Ini Mulai ‘Diguncang’ Oleh Setya Novanto!

Indowarta.com – Kali ini dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Saut Situmorang tengahah ‘diguncang’ oleh ketua DPR Setya Novanto. Kedua orang penting di KPK ini justru dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut berdasarkan terbitnya sejumlah surat, salah satunya surat permintaa cegah ke luar negeri terhadap Novanto. Agus Rahardjo dan Saut Situmorang dianggap menyalahgunakan wewenang dengan diterbitkannya surata tersebut.

Mengenai hal ini pun juga dijelaskan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ketika ditemui di Mabes Polri, Jakarta pada Rabu 8 November 2017. Dia mengatakan pelaporan dengan mempersoalkan surat permintaan cegah ke luar negeri ini tertanggal 2 November 2017 kepada pihak Imigrasi. Surat itu sendiri dikeluarkan oleh hakim praperadilan, Cepi Iskandar yang juga menggugurkan status tersangka Novanto.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Dijebloskan KPK ke Lapas Sukamiskin!

Wasisto menjelaskan jika sudara Saut Situmorang selaku pimpinan KPK sebelumnya menerbitkan surat larangan berpergian ke luar negeri terhadap Setya Novanto. Surat itu diterbitkan setelah adanya putusan praperadilan Nomor 97/Pid/Prap/2017/PN Jaksel tanggal 29 September 2017 yang dimenangi oleh Novanto.

Setya Novanto
Copyright©kompas

Putusan itu menyatakan jika penetapan tersangka Novanto tidak sah, Cepi Iskandar selaku hakim juga meminta KPK menghentikan penyidikan terhadap Novanto. Sedangkan Agus dan Saut sendiri dilaporkan oleh Sandi Kurniawan pada tanggal 9 Oktober 2017. Sandi sendiri merupakan anggota kuasa hukum Novanto yang tergabung dalam Yunadi and Assosiates.

Penyidikan dua pimpinan KPK akan dimulai diinformasikan bukan dari pihak kepolisian, tapi justru disampaikan oleh kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi. Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) tersebut diterbitkan pada Selasa, 7 November 2017. Fredrich sebagai pihak pelapor pun menyatakan jika anak buahnya telah menerima SPDP dari Polri menegai penyidikan kasus dua pimpinanan KPK.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Sudah Bisa Respon Pertanyaan dan Menulis!

Bukan hanya surat pencegahan keluar negeri, pelaporpun juga menyebutkan ada sejumlah surat lain yang sengaja dipalsukan dan dibuat tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Salah satu surat lainnya yakni surat perintah dimulainya penyidikan dan SPDP kasus dugaan korupsi pengandaan proyek E-KTP dengan Setya Novanto menjadi tersangka.

Ferdrich menuturkan jika terkait ahli ini hanya Agus dan Saut yang dilaporkan. Hal itu dilakukan karena kadua pimpinan KPK itu yang menandatangani surat-surat tersebut. Guna menindaklanjuti laporan Fredrich, polisi pun telah meminta keterangan enam saksi ahli yakni meliputi ahli bahasa, ahli pidana dan ahli hukum tata negara.

Baca juga : KPK Tak Pernah Bocorkan Soal Sprindik Setya Novanto!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here