MKD Akan Gelar Rapat Usai Setya Novanto Menghilang!

0
424
MKD Akan Gelar Rapat Usai Setya Novanto Menghilang
Copyright©

MKD Akan Gelar Rapat Usai Setya Novanto Menghilang!

Indowarta.comMKD (Mahkamah Kehormatan Dewan kini telah gelar rapat pada Kamis (16/11). Dalam acara rapat ini akan membahas tentang langkah KPK yang telah berupaya jemput paksa kepada Setya Novanto.

Tetapi, dari upaya ini telah gagal lantaran Novanto tak ada di tempat dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. “Besok (Hari ini) kami akan agdendakan rapim dan pleno Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Di samping itu membahas laporan yang masuk,. Kami juga akan membahas perkembangan kasus Pak Novanto ini di KPK,” ungkap Wakil Ketua MKD bernama Sarifuddin Sudding.

Pihaknya telah mengeluarkan surat perintah untuk penangkapan dari KPK untuk Novanto. Secara otomatis Novanto tak akan bisa jalankan tugasnya sebagai ketua DPR. Tutur Sudding,”Bisa dianggap ia berhalangan. Dalam konteks itu, saya kita MKD akan menyikapi perkembangan kasus Setya Novanto ini.”

WAJIB BACA :  Hilman Mattauch, Sopir Dadakan Setya Novanto Terancam 3 Bulan Penjara!

Baca Juga Live FB, ‘Polisi Jaman Now’ Rilis Kasus Pasangan Ditelanjangi di Tangerang!

Wakit Ketua MKD ini tak mau mengambil prediksi kalau MKD akan menonaktifkan Novanto dari posisi Ketua DPR. Baginya, semua itu nantinya akan tergantung hasi dari rapat hari ini dan melihat perkembangan selanjutnya.

MKD Akan Gelar Rapat Usai Setya Novanto Menghilang
Copyright©

Sudding juga sempat menjelaskan, apabila Novanto gugur atau lengser darui Ketua DPR, Fraksi Partai Golkar juga harus siapkan pengganti untuknya. Keterkaitan hal ini sudah memiliki dasar Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 soal MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3).

“UU MD3 berisikan, pergantingan pimpinan di alat kelengkapan Dewan ataupun di DPR tergantung pada fraksinya,” ungkapnya.

WAJIB BACA :  Berita Terkini : Susunan Pengurus DPP Diumumkan, Nasib Golkar Dipertanyakan Dibawah Kepemimpinan Setya Novanto !

Baca Juga Absen, Setya Novanto Layangkan Surat Mangkir kepada KPK!

Pada pukul 21:40 WIB, Rabu (15/11/2017) penyidik KPK telah gledah rumah Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kemayoran Baru, Jakarta Selatan. Diketahui dalam penyidikan itu sudah kantonmgi surat penangkapan SetNOv yang sudah beberapa kali sebelumnjya mangkir dari panggilan KPK.

Tetapi, sangat disayangkan bahwa SetNov pada saat itu tidak berada dirumah dan poihak KPK telah mengeluarkan himbauan kalau Noventio segera serahkan diri.

Pihak KPK sudah tetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP pada Jumalh 10/11 lalu. Ketua Umum Partai Golkar itu sebelumnya telah lolos dari status tersangka pada saat penetapan sebelumnya usai menangkan gugatan praperadilan kepada KPK.

WAJIB BACA :  Munaslub Golkar Semakin Nyata Usai Setya Novanto Ditahan!

Baca Juga Ini Perbedaaan Buni Yani dengan Ahok Usai Dijatuhi Vonis!

Adanya kasus ini maka Novanto dan juga beberapa pihak yang sempat diduga telah menguntungkan diri sendiri, Korporasi maupun orang lain. Sejumlah dari pihak tersebut yaitu Diretur Utama PT Quadra Solution bernama Anang Sugiana Sudihardjioi, Andri Narogong ataui Andri Agustinus dan juga ada dua mantan pejabat Kementrian Dalam Negeri, Sugiharto dan Irman.

Setya Novanto juga telah diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dan juga jabatan pada saat menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar. Oleh karena itu dengan perilakunya dengan beberapa pihak tersebut maka negara telah dirugikan sekitar Rp 2.3 triliun untuk proyek Rp 2.9 Triliun.

Baca Juga Heboh Pesan Whatsapp Donor Sperma, Begini Tanggapan UI!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here