Sejumlah pejabat Rumah Sakit Diperiksa KPK Soal Kasus Suap Bupati Nganjuk!

0
636
Bupati Nganjuk
Copyright ©tempo

Sejumlah pejabat Rumah Sakit Diperiksa KPK Soal Kasus Suap Bupati Nganjuk!

Indowarta.com – Kasus korupsi Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman kini terus ditangani oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK). Penyidik KPK rencananya menjadwalkan pemeriksaan etrhadap sejumlah pejabat rumah sakit terkait kasus suap ini.

Cukup diketahui jika Taufiq sendiri merupakan tersangka dalam kasus suap jual beli jabatan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dia merupakan salah satu dari lima tersangka yang ditetapkan melakukan tindak pidana suap terkait mutasi dan promosi jabatan di lingkuagn Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

KPK rencananya akan memeriksa sejumlah pejabat yang diduga terkait dengan kasus suap Bupati Nganjuk ini. Para pejabat rumah sakit yang akan diperiksa antara lain Tie Farida Yani (Kepal RSUD Kertososno Kabupaten Nganjuk), Suroto (Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Nganjuk) dan Mokhammad Basri (Kepala Bagian Umum RSUD Nganjuk).

WAJIB BACA :  Berita Terkini: KPK Periksa Politikus PKS Sampai Demokrat Demi Ungkap Kasus Suap E-KTP !

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan dalam pemeriksaan kali ini, Tien dan Suroto akan diperiksa menjadi saksi untuk Taufiq. ‘Dua pejabat akan diperiksa untuk menjadi saksi tersangka TFR’ ujarnya saat ditemui Jumat, 17 November 2017.

Bupati Nganjuk
Copyright ©kompas

Ferbri menambhkan, Bisri sendiri akan diperiksa sebagai saksi untuk Kepala SMP Negeri 3 Ngronggot Suwandi. Pria ini merupakan salah satu tersangka lain yang ditetapkan oleh KPK dalam kasus suap ini. Sedangan Bisri sendiri sebenarnya juga sudah berstatus tersangka dalam kasus ini.

Cukup diketahui selain Taufiq dan Bisri tesangka lain dalam asus suap di Kabupaten Nganjuk ini ialah Ibnu Hajar (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk), Suwadi (Kepala SMP Negeri 3 Ngronggot) dan Harjanto (Kepala Dinas Lingkunagn Hidup Kabupaten Nganjuk). KPK sendiri menduga jika tersangka Taufiq, Ibnu dan Suwandi menerima suap sebesar Rp 298 juta dari M Bisri dan Harjanto.

WAJIB BACA :  KPK Kembali Periksa Wali Kota Tegal!

Selain itu uang itu diduga diberikan terkait jual beli jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Sedangkan Bupati Nganjuk sendiri ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK di salah satu hotel di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 25 Oktober 2017 lalu.

Dalam penangkapan tersebut KPK mengamankan sejumah barang bukti berupa uang. Penyidik menduga uang Rp 289 juta itu diserahkan oleh Bisri dan Harjanto setelah dikumpulkan dari banyak pihak.

Baca juga : KPK Geledah Kantor Dinas Soal Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here