Komentar Jokowi Soal Setya Novanto Didesak Mundur dari Ketua DPR!

0
2226
Jokowi
Copyrigth©waspada

Komentar Jokowi Soal Setya Novanto Didesak Mundur dari Ketua DPR!

Indowarta.com – Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Setya Navanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, dorongan pergantian pemimpin DPR yang disandangnya saat ini kembali bermunculan.

BACA JUGA : Begini Jadinya Jika Golkar Copot Setya Novanto!

Berdasarakan penilaian sejumlah pihak, sekarang ini Setya Novanto sudah tidak bisa menjelankan tugasnya lagi sebagai mana mestinya. Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada saa dimintai keterangan mengenai adanya dorongan ini enggan memberikan komentar.

Menurutnya, keputusan itu tidak masuk dalam domain pemerintahan, namun domain DPR. “Itu wilayah DPR,” ungkap Jokowi pada saat di Gedung DPD RI, Senayan pada Jumat (17/11/17).

WAJIB BACA :  Kasus Kaesang Dihentikan, Istana Tegaskan Tak Ada Intervensi!

Jokowi sebelumnya juga telah memberikan tanggapannya mengenai alasan ketidakhadiran Ketua Umum Partai Golkar tersebut, pada saat pemanggilan penyelidikan yang dilakukan oleh KPK terkait dengan kasus dugaan korupsi e-KTP.

Reshuffle Kabinet
Copyrigt©tribun

Novanto saat itu berdalih kalau KPK seharusnya meminta izin kepada Presiden Jokowi terlebuh dahulu untuk melakukan pemeriksaan kepadanya. Memberikan tanggapan dari alasan itu, Presiden mengatakan, kalau menyerahkan semua proses hukum kepada tata cara hukum yang berlaku.

BACA JUGA : Ketika Presiden Jokowi Minta Izin Libur Selama Satu Hari!

“Buka undang-undangnya semua. Buka undang-undangnya. Aturan mainnya seperti apa, disitulah diikuti,” ungkap Jokowi seperti dikutip dalam siaran pers resmi Istana, Rabu (15/11/2017).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah dua kali melakukan penetapan tersangka kepada Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi pegadaan proyek e-KTP. Pertama kali dia ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juli 2017.

WAJIB BACA :  KPU Sebut Salah Input C1 Terjadi pada Jokowi dan Prabowo !

Akan tetapi, status tersangkanya tersebut telah digugurkan karena dalam sidang praperadilan di Pengadilan Jakarta Selatan, KPK telah kalah. Namun pada 10 November 2017, KPK kembali menetapkannya sebagai tersangka. Penetapan itu baru disampaikan KPK usai menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada 31 Oktober 2017 atas nama Setya Novanto selaku Ketua DPR.

Selama empat kali pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan baik statusnya sebagai saksi atau tersangka, Setya Novanto selalu mangkir. Oleh karena itu, KPK memutuskan untuk melakukan penangkapan kepada Novanto pada Rabu (15/11/17) malam. Namun pada saat itu, dia sudah tidak ada dikediamannya.

BACA JUGA : Ada Keanehan di Lokasi Kecelakaan Setya Novanto!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here