Karena Setya Novanto, Posisi Politik Golkar di Jawa Barat Jadi Goyang!

0
695
Karena Setya Novanto, Posisi Politik Golkar Goyang
Copyright©merdeka

Karena Setya Novanto, Posisi Politik Golkar di Jawa Barat Jadi Goyang!

Indowarta.comGolkar kini sedang goyah, karena Ketua Umumnya resmi menjadi tahanan KPK, Setya Novanto dilanda kasus Korupsi dalam protyek KTP Elektrik yang diperkirakan sekitar Rp 2,3 Triliun untuk kerugian negara Indonesia.

Problem ini timbul karena beberapa persoalan, Setya Novanto sendiri sudah tidak hanya menjadi ketua umum Partai Golkar saja, tapi juga sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Saat ini beberapa jumlah politisi yang berada di Senayan desak supaya Novanto digantikan orang lain demi citra dan marwah parlemen.

Tidak cukup itu saja, adapun persiapan partai Golkar yang akan hadapi Pilkada bersamaan di tahun 2018 mendatang juga alami gangguan. Elektabilitas Partai Golkar yang berada di Jawa Barat langsung turun hingga 6% hanya dengan waktu dua bulan.

WAJIB BACA :  Elektabilitas Gerindra berada di urutan Kedua Usai Golkar Kena 'Musibah'!

Baca Juga Gerindra Cari Sosok Tandingan Khofifah dan Gus Ipul di Pilgub Jatim!

Adapun pengungkapan Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyani pada saat di Kantor DPP Golkar,” Jabar sendiri dulu masih bertahan di angka 18%. Tetapi dua bulan ini terakhir turun menjadi 6%  menjadi 12%.”

Karena Setya Novanto, Posisi Politik Golkar di Jawa Barat Jadi Goyang
Copyright©merdeka

Diketahui ketidak cocokan dengan Novanto, dimana pada saat rekomendasikan Golkar yang dibawah naungan Novanti ini justru memberikan kepada Ridwan Kamil pada saat Pilgun Jawa Barat. Padahal untuk suatu keputusan Golkar Jabar yang rekomendasikan Dedi Mulyadi jadi Calon Gubernur Jawa Barat tersebut.

Baca Juga Berapa Tarif Otto Hasibuan Saat Tangani Setya Novanto?

Ketua DPD I Golkar ini ingin diadakan evaluasi lagi untuk keputusan Golkar pada saat menjelang Pilkada serentak di tahun 2018. Namun, dia juga ingin lebih dulu melakukan perubahjan untuk struktur Golkar setelah Setya Novanto resmi jadi tahanan KPK.

WAJIB BACA :  Kemenangan 'Semu' Setya Novanto!

Penjelasan Dedi,”Evaluasi itu nanti dilakukan kalau sudah ada struktur dan kemudian kepemimpinan baru di Partai Golkar. Pergantian ketua umum atau evaluasi ini menmyeluruh kepada Partai Golkar bukan forum pada pleno hari ini. Pleno hari ini merupakan membahas soal penentuan calon gubernur dan wakil gubernur, calin bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota.

Dengan keterbukaan Ketua umum PKB Muhaimin Iskandar ini mengungkapkan kalau koalisi inti penduduk dari Ridwan Kami yaitu PKB, PP, dan NasDem. Iskandar tak sebutkan Golkar, dia tak ada masalah bila antar partai koalisi untuk sodorkan nama untuk pendaping Emil.

“Enggah ada masalah, itu di luar konteks karena pada dasarnya kialisi intinya PKB, PPP, dan NasDem,” tutur Muhaimin.

WAJIB BACA :  Polisi Buru Pembuat dan Penyebar Meme Setya Novanto!

Ternyata tidak hanya Novanto saja yang bermasalah dalam partai Golkar, tapi juga ada Daniel Muttaqien yang terlibat kasus gratifikasi yang mengarah ke sang Ibu, tidak lain yaitu Bupati Indramayu bernama Anna Sophanah.

Baca Juga Liga Arab Beri Label Hizbullah sebagai Teroris, Hamas Menolak!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here