Dokter Indonesia Ini Temukan Tanda Tanda Dan Pemicu Kanker!

0
5410
Kanker
Copyright©sermbi Indonesia

Dokter Indonesia Ini Temukan Tanda Tanda Dan Pemicu Kanker!

Indowarta.com – Kali ini prestasi didapatkan oleh Tim dokter Indonesia dalam acara Eropan Society for Medical Oncology (ESMO) Asia 2017. Penghargaan Best Poster untuk kategori kanker kepala dan leher ini menjadi prestasi tersendiri untuk dokter Indonesia.

Best Poster itu didapat dari hasil penelitian yang berlangsung selama 2007 hingga 2016. Pelopor penelitian tersebut tak lain Agus Fitriyanto Achmad, Susanna Hilda Hutajulu dan Johan Kurnianda.

Mereka menemukan cara sederhana untuk mengetahaui penanda biologis atau biomarker pada kanker karsinoma nasofaring. Melalui penelitian, dokter bisa menilai prediksi harapan hidup (Prognosis) pasien dengan memangkas biaya dan peralatan yang mahal.

WAJIB BACA :  Lampu Jalan Bisa Menyebabkan Kanker Payudara!

‘Pada umumnya kan biomaker untuk mahal pemeriksannya. Sedangkan cara ini sebenarnya sangat mudah yakni hanya darah yang diperiksa’ ujar Agus saat ditemui di Suntec Convention Center, Singapura pada Jumat, 18 November 2017.

Kanker
Copyright©merdeka

Agus yang juga doketr spesialis penyakit dalam ini menuturka jika neutrofil dapat dirangsang oleh sel tumor untuk mengeluarkan zat yang bersifat pro-tumor. Dampak dari tumor sendiri dapat semakin berkembang dan memungkinkan terjadinya metastisis.

Sedangkan cukup diketahui sel darah putih sendiri berfungsi sebagai bentuk pertahanan tubuh dan jenisnya mulai dari neutrofil, limfosit, monosit, basophil dan eosinophil. Untuk limfosit dapat membunuh perekmbangan tumor.

Maka untuk mendapatkan biomaker, Agus dan dua temannya membandingan jumlah netrofil dan limfosit dengan nilai cut off sebesar 3,7. Data tersebut didapatkan dari cancer registry dengan memeriksa 246 pasein di Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito, Yogyakarta.

WAJIB BACA :  Orang Tinggi Lebih Rentan Terkena Kanker Lho, Kok Bisa?

Bisa dilihat jika netrofit lebih banyak dibandingkan dengan limfosit serta menghasilkan perbandingan lebih dari 3,7 maka harapan pasien penderita kanker buruk. Sebaliknya, jika perbandingan lebih rendah atau dibawah 3,7 maka pasien mempunyai harapan hidup yang baik.

Sementara itu Agus sendiri mengungkapkan , kanker nosafaring antara lain dapat dipicu dengan merokok dan infeksi virus Epstein-Barr. Sel yang ada dalam nasofaring akan menjadi ganas dan gejala awalnya penderita akan sering mimisan, hidung tersumbat, nyeri kepala dan telingan berdenging.

Cukup diketahui jika kanker nasofaring sendiri merupakan kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Kanker yang satu ini sering kali dijumpai dideria oleh masyarakat di daratan Cina, Hongkong, Thailand, India, Malaysia hingga Indonesia. Ras kulit putih jarang ditemukan penyakit ini dan kanker ini sendiri kerap diturunkan secara genetik.

Baca juga : 5 Jenis Benjolan Payudara yang Bukan Termasuk Kanker!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here