Ada Muatan Politik Dibalik Insiden KKB di Papua?

0
3411
Pembebasan Sandera di Papua
Copyright©multimedianews

Ada Muatan Politik Dibalik Insiden KKB di Papua?

Indowarta. com – Berdasarkan penilaian pengamat teroris dan intelijen dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, sejumlah pelaku penembakan serta penyanderaan warga di Papua tidak hanya dapat disebut dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

BACA JUGA : Cerita TNI Lumpuhkan KKB Papua dan Bebaskan Sandera!

“Alasannya, karena ada dimensi politis dari gerakan mereka,” kata Harits dikutib dari Kompas.com Kamis (23/11/2017).

Adanya dimensi politis  yang sudah dimaksudkan Harits terdapat pada tiga tuntutan yang sudah diberikan oleh kelompok KKB Papua, yang sebelumnya telah diungkapkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Tuntutan yang pertama adalah pembubaran perusahaan Freeport yang sekarang ini sedang beroperasi di Papua. Yang kedua, KKB Papua itu meminta untuk militer Indonesia segera ditarik dari wilayah tersebut dan digantikan dengan pasukan Keamanan PBB.

WAJIB BACA :  Tak Hanya Jalan, Nantinya Jokowi Akan Bangun Pelabuhan Hingga Bandara di Papua?

Sedangkan pada tuntutannya yang ketiga, KKB Papua meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menyetujui pemilihan bebas atau adanya referendum, dalam artian rakyat di Papua akan dapat menentukan nasib mereka sendiri.

Pembebasan Sandera di Papua.
Copyright©sindonews

Kelompok KKB Papua ini, menurut Harits, sudah melancarkan aksi atau kegiatannya dengan tujuan untuk ekonomi saja, tidak ada unsur politik yang telah mendasari apa yang mereka kalakukan dalam aksinya.

BACA JUGA : 344 Sandera KKB Selamat dan Dibawa Ke Tembagapura!

“Kalau kriminal tentulah enggak berbeda jauh dengan kriminal lainnya di berbagai tempat. Sementara, mereka terorganisir, punya jaringan dalam dan luar negeri, punya agenda politik dari aksi-aksi kriminal mereka,” jelas Harits.

Berdasarkan tuntutan yang sudah dinyatakan oleh anggota KKB Papua itu, tutur Hardits, mereka dapat diindikasikan adalah sebuah kelompok yang mendapatkan dukungan dari beberapa komponen, seperti salah satunya orang lokal Papua yang oportunis dalam kepentingan politiknya.

WAJIB BACA :  Hambatan Polri Saat Tangani Penyandreaan Kelompok Bersenjata di Papua!

“Ada orang lokal Papua yang oportunis dengan kepentingan politiknya. Orang-orang semacam ini banyak juga yang tinggal di luar negeri dan yang kedua adalah pihak asing juga perlu diwaspadai,” tutur Harits.

Harits menambahkan, adanya keberadaan asing yang juga ikut berperan dalam hal ini perlu diwaspadai, karena hal tersebut dapat dibaca pada saat gejolak di Papua yang sudah diikuti dari suara sejumlah negara. Mereka mendukung serta menekankan dengan tujuan utama agar Papua lepas dari Indonesia.

“Jadi KKB adalah sejatinya OPM yang punya visi politik dan melakukan beragam perlawanan dan asing ikut bermain didalamnya,” pungkas dia.

BACA JUGA : 3 Kali Gempa Guncang Sumbawa Timur!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here