Dibuat Kecewa, Petinggi PDIP Kenang Momen Mesra Bersama Emil Dardak!

0
2006
Emil Dardak
Copyright©blogspot

Dibuat Kecewa, Petinggi PDIP Kenang Momen Mesra Bersama Emil Dardak!

Indowarta.com – Komarudin Watubun selaku Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah mengenang kedekatan dari Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak pada saat pertama kali dia bergabung sebagai kader PDIP.

BACA JUGA :  Pertahankan Setya Novanto, Golkar Sama Saja dengan Menghina DPR?

Bahkan Emil Dardak juga sudah menjadi seorang ‘murid’ Komarudin pada saat di sekolah kepala daerah yang sudah diselenggarakan oleh PDIP. Bahkan dia menyebutkan kalau Bupati Trenggalek ini merupakan kade mudah yang memiliki potensi.

“Saya lihat (Emil Dardak) ini kader muda yang berpotensi,” ujar Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 24 November 2017.

WAJIB BACA :  Saat PDIP Kritik Anggaran Rp 28 M Tim Gubernur, Gerindra Sebut Belum Bisa Move On!

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin tidak hanya memiliki kecerdasan, namun juga harus memiliki prinsip yang teguh. Dia juga mengatakan kalau Emil Dardak juga sudah memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP dan sudah menjadi kader lantaran pendidikan pada saat itu.

Khofifah dan Emil Dardak
Copyright©Kompas

Meski demikian, jika dia resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018 mendatang, kata Komarudin, pihah dari PDIP akan memecatnya sebagai kader.

BACA JUGA : Alasan Khofifah Indar Parawansa Pilih Emil Dardak Jadi Pendampingnya di Pilkada Jatim!

“Kan, tidak mungkin satu orang punya dua KTA. Kalau PDIP, ya PDIP.” Jika Emil memiliki kartu tanda anggota partai lain, ia harus keluar dari PDIP. “Ya, kami harus pecat (dia)” tuturnya.

WAJIB BACA :  PDIP dan Gerindra Kewalahan di Pilkada Jabar!

Sedangkan dalam Pilkada Jatim 2018, PDIP sendiri dipastikan akan mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Saifullah Yusuf-Azwar Anas. Komarudin menegaskan, sebaiknya seluruh kader dari PDIP harus memberikan dukungan kepada Saifullah dan Anas.

Dia menjelaskan, untuk menjadi seorang kader dari suatu partai harus berdasarkan kesadaran diri. Dia suang menyangkakan kalau Emil Dardak maju sebagai calon wakil gubernur yang sudah diusung dari partai lain.

“Ini soal moral. Banyak kader yang dianggap bagus tapi lompat pagar,” kata dia.

Terkait dengan pecat-pemecatan sebagai anggota, kata dia, diukur dari etika berpolitik. Dan sekarang ini Emil Dardak sudah melakukan pelanggaran etika politik karena telah menerima kartu tanda anggota dari partai lainnya.

BACA JUGA : Emil Dardak Disarankan Mengundurkan Diri Dari PDIP Sebelum Dipecat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here