Pergerakan Magma di Gunung Agung Terus Dipantau dan diwaspadai!

0
796
Gunung Agung
Copyright©orrdot

Pergerakan Magma di Gunung Agung Terus Dipantau dan diwaspadai!

Indowarta.com – Sampai saat ini pergerakan magma Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali terus diwaspadai. Pemantauan terus dilakukan oleh Pusat Vuklkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG).

Meneganai pemantauan ini juga dijelaskan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, I Gede Suantika. Dia menuturkan pergerakan magma perlu diwaspadai guna mengantisipasi perpindahan titik magma dari sebelah utara hingga ke bawah gunung Agung.

Hal itu dikataknnya karena berkiatan erat dengan aktivitas isi perut Gunung Agung. ‘Saat ini tengah kita pantau terus, kita menunggu perpindahan titik magma dari utara gunung Agung hingga ke bawah gunung api itu. Jika sudah diposisi tersebut (dibawah Gunung Agung) maka letusan magnetik akan segera terjadi’ ujarnya Suantika saat ditemui di Denpasar pada Jumat, 24 November 2017.

WAJIB BACA :  Terungkap, Ini Fakta Sebenarnya Dibalik Video 'Gunung Agung Meletus Dahsyat'!

Suantika menambahkan perpindahan magma tersebut berkaitan dengan aktiviats kegempaan. Hal itu ada hubungannya dengan data kegempaan di Pos Pemantauan Gunung Api Agung di Desa Rendang, kecamatan Rendang, Kabupaten Badung. Saat ini tercatat posisi magma berada di kedalaman yang cukup jauh yakni lima hingga sepuluh kilometer.

Gunung Agung
Copyright©linetoday

‘Posisi magma masih terlihat cukup jauh, dan itu sesuai dengan gempa tektonik lokal. Kedalaman magma saat ini masih sekitar 5 sampai 10 kilometer’ ujarnya.

Gunung Agung sendiri pada Selasa, 21 November 2017 sekitar pukul 17.05 WITA meletus. Pasca-letusan freatik tersebut, sampai saat ini masih sering timbul asap putih dari dalam kawah.

Suantika juga mengatakan pemantauan dengan menggunakan drone terlihat asap putih dari kawah gunung. Dia mengatakan gempa yang terjadi pasca-letusan freatik akan memunculkan energi letusan yang lebih besar.

WAJIB BACA :  Karena Abu Vulkanik, Bandara Ngurah Rai Ditutup!

Oleh sebab itu pihak PVMBG terus memantau pergerakan magma. Menurut Suantika aliran magma selalu beriringan dengan gempa yang timbul disekitar Gunung Agung dan jika aliran telah berada tepat dibawah gunung, kemungkinan letusan besar akan terjadi.

Sementara itu hujan di kawasan Kabupaten Karangasem menjadi pemicu letusan freatik di Gunung Agung. Kendati pada hari berikutnya terjadi tremor menerus, kondisi gunung api Bali ini mengalami penurunan aktivitas. Belum ada potensi letusan magnetik meskipun gunung setinggi 3.142 mdpl itu sering mengalami letusan freatik.

Baca juga : Berhenti Beritakan Kabar Hoax Soal Gunung Agung dan Longsor Pangandaran!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here