Gunung Sinabung Erupsi Lagi Semburkan Abu Vulkanis Setinggi 2,3 KM!

0
671
Gunung Sinabung
Copyright ©Viva

Gunung Sinabung Erupsi Lagi Semburkan Abu Vulkanis Setinggi 2,3 KM!

Indowarta.com Gunung Sinabung kembali menunjukkan erupsinya, kali ini telah menyemburkan abu vulkanik dan gempat yang terjadi selama 306 detik. Erupsi yang ditunjukkan gunung ini terjadi pada hari ini, Sabtu (25/11/17).

BACA JUGA : Keanehan Gempa Vulkanik di Gunung Agung!

Kepala Pos PGA Sinabung, Armen Putra mengungkapkan, aktivitas dari Gunung Sinabung terjadi sekitar pukul 09.03 WIB. Abu vulkanik yang telah diseburkan dari adanya erupsi tersebut mencapai ketinggian 2.300 meter.

“Ya tadi kembali erupsi. Jangan memasuki zona merah. Ikuti instruksi BPBD setempat,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Armen Putra .

Pihaknya sampai sekarang ini masih terus melakukan pemantauan aktivitas yang ditunjukkan oleh gunung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara tersebut. Dia melakukan pemantauan menggunakan CCT dan Thermal Cam yang dimiliki oleh PVMBG – Banda Geologi.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Letusan Lahar Gunung Sinabung Sampai desa Sukatendel!

“Kami imbau masyarakat jangan melakukan aktivitas di dalam radius 7 kilometer dari puncak. Ikuti arahan BPBD yang akan melakukan sosialiasi,” imbau Armen.

Gunung Sinabung
Copyright©BBC

Dua hari sebelumnya, pada Kamis (23/11/17). Gunung Sinabung juga telah melakukan aktivitas erupsinya. Pada saat itu, Armen mengungkapkan, kalau Erupsi telah terjadi pada pukul 11.13 WIB dan menyemburkan asap pekat dengan ketinggian yang mencapai 2 kilometer.

BACA JUGA : Waspada Zona Merah di Gunung Sinabung, Banjir Lahar Bisa Jadi Ancaman!

“Erupsi mencapai ketinggian 2.000 meter dengan amp 110 mm dan lama gempa 276 detik. Saat terjadi erupsi angin bertiup lemah ke tenggara-timur. Saat ini puncak dari Gunung Sinabung terlihat jelas dengan cuaca cerah,” kata Armen.

WAJIB BACA :  Waspada Zona Merah di Gunung Sinabung, Banjir Lahar Bisa Jadi Ancaman!

Armen mengingatkan kepada seluruh warga setempat, untuk menjahui beberpa tempat yang masuk dalam zona merah dari Gunung Sinabung, karena masih adanya kemungkinan terjadinya awan panas dan guguran lavar serta erupsi.

“Imbauan kita masih sama, jauhi zona merah dari Gunung Sinabung. Gunakan masker, hindari aliran laharan karena sedang musim hujan,” ujar Armen.

Sekedar informasi, Gunung Sinabung merupakan gunung api strato tipe B atau dari sejarah letusannya tercatat terjadi pada tahun 1600-an. Akan tetapi, setelah 400 tahun tidak menunjukkan aktivitasnya kembali. Untuk letusan pertama terjadi pad a2010 masuk dalam tipe letusan freatik.

BACA JUGA : Pergerakan Magma di Gunung Agung Terus Dipantau dan diwaspadai!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here