Meski Defisit, BPJS Kesehatan Janji Tak Akan Naikkan Iuran!

0
604
BPJS Kesehatan
Copyright ©sidonews

Meski Defisit, BPJS Kesehatan Janji Tak Akan Naikkan Iuran!

Indowarta.com – Kali ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mengupayakan strategi guna mengatasi difisit. BPJS Kesehatan bersama lembaga dan kementerian sampai saat ini masih terus mengkaji strategi untuk mengatasi difisit keuangan tersebut.

Diharapkan dengan adanya perencanaan ini natinya bisa ditetapkan dalam jangka panjang. BPJS sendiri memastikan pihaknya tak akan menaikan iuran meskipun saat ini mengalami difist dengan angka perkiraan mencapai Rp 9 triliun.

Mengenai hal ini juga diungkapkan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat. Dia mengatakan salah satu yang dipertayakan yakni pelibatan peserta BPJS mendanai biaya perawatan (cost sharing). Pendanaan tersebut untuk delapan penyakit yang butuh perawatan medis lama serta dengan biaya tinggi.

WAJIB BACA :  Berita terkini: Iuran BPJS Kesehatan Naik, DPR Tuntut 4 Pertanggungjawaban Pemerintah, Apa Saja?

Baca juga : Jika Stok Obat di RS Kosong, Pasien BPJS Kesehatan Harus Bagaimana?

Kedelapan jenis penyakit itu diantaranya jantung, kanker, gagal ginjal, stroke, thalasemia, sirosis hati, leukimia dan hemofilia. Akan tetapi menurut Nopi hal tersebut baru rencana dan masih perlu proses pembahasan untuk benar-benar mewujudkannya.

BPJS Kesehatan
Copyright ©kompas

‘Semua itu masih referensi akademik, dan masih belum ada pembahasan lebih lanjut. Tentu perlu pembahasan komperhensif untuk melakukan assesment serta simulasi’ ujarnya saat ditemui pada Senin, 27 November 2017.

Nopi menambahkan altenatif tersebut merujuk pada proses yang dilakukan oleh negara lain. Praktik pembiayaan program jaminan sosial di negara-negara lain yang telah dilakukan selama puluhan tahun memang bisa menjadi rujukan.

WAJIB BACA :  Bagaimana Jadinya Jika Anda Nunggak BPJS Kesehetan?

Denganitu Indonesia dapat belajar atau bahkan menerapkan proses pembiayaan tersebut. Seperti diketahui saat ini proses pembiayan BPJS Kesehatan ada tiga pilihan yakni menaikan iuran, mengurangi benefit dana menyaipakan dana tambahan untuk menutup jika ada kekurangan iuran.

Baca juga : Penjelasan BPJS Kesehatanm Tentang Ibu Bawa Jenazah Anak Naik Angkot!

Nopi pun memstikan jika pihaknya tak akan mengambil pilihan pertama dan kedua karena dianggap akan membebani masyarakat. Guna proyeksi jangka panjang saat ini masih dilakukan pengkajian baik dari sisi pendapatan maupun penerimaan yang nantinya bisa dioptimalkan.

Kajian-kajian dan sejumlah kemungkinan masih akan dibahas lebih lanjut oleh BPJS Kesehatan. Namun saat ini Nopi menjamin jika program yang sudah berjalan akan tetap dibiayai 100 pesen tanpa ada pengecualian.

WAJIB BACA :  BPJS Kesehatan Terancam Defisit Hingga Rp 9 Triliun!

Sementara itu untuk megatasi difisit keuangannya, pihak BPJS akan melibatkan Pemda dengan mewajibkan minimal 10 persen untuk anggaran kesehatan. Ekonom Isntitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira juga ikut beromentar terkait hal ini.

Menurutnya ada cara yang lebih kreatif untuk mengatasi defisit yang mencapai Rp 9 triliun tersbeut. Salah satu caranya yakni dengan penerapan pajak dosa atau sin tax. Cara ini sendiri juga diterapkan dibanyak negara yang mempunyai jaminan kesehatan universal seperti Inggris dengan National Healt Service (NHS).

Baca juga : Fakta Tentang BPJS Kesehatan yang Musti Anda Ketahui!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here