Sinar Merah Sampai Kepulan Asap Di Erupsi Gunung Agung!

0
580
Gunung Agung
Copyright ©Istimewa

Sinar Merah Sampai Kepulan Asap Di Erupsi Gunung Agung!

Indowarta.com – Desa Sebudi, Bali, pada Minggu 26 November 2017 tampak seperti kota mati. Pasalnya wilayah yang paling terkena dampak letusan Gunung Agung ini terlihat sepi tanpa ada satu penghunipun, karen para penghuninya telah pergi untuk mengungsi.

BACA JUGA: Lahar Dingin Gunung Agung Sapu Sawah Warga Di Dekat Sungai!

Tidak ada kendaraan yang keluar masuk bahkan di jalan kawasan tersebut. Beberapa kendaraan milik warga sekitar sudah dibawa untuk pergi ke pengsuian yang berada di tempat aman serta ada yang dibiarkan terparkir di dalam rumah mereka.

Walau hari sudah tampak siang, namun lampu depan rumah mereka terlihat masih menyala. Sejumlah rumah yang memiliki pagar terlihat tertutup rapat, serta hanya ada anjing yang dibiarkan berkeliaran di kampung tersebut.

WAJIB BACA :  Pemerintah Pastikan Diri Siap Antisipasi Erupsi Gunung Agung!

Warga kawasan itu bersama-sama meninggalkan rumah mereka dan pergi ke lokasi pengungsian yang jauh dari bahaya letusan Gunung Agung, yang kembali meletus pada Minggu pagi sekitar pukul 06.20 WIB.

Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, abu vulkanik dari letusan Gunung Agung sudah mencapai ketinggian 2.500 hingga 3.000 meter, lebih tinggi dibandingkan dengan letusan yang terjadi pada 21 November 2017 lalu.

Gunung Agung
Copyright©tribunnews

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan abu telah terjadi di beberapa desa yang ada didekat lokasi Gunung Agung, diantaranya Desa Sideman, Desa Pempetan, Desa Besakih, Desa Tirta Abang, Desa Sebudi, Desa Duda Utara, Desa Duda Timur, Desa Amerta Bhuana di Klungkung.

WAJIB BACA :  Jusuf Kalla Sebut Sudah Siapkan Diri Hadapi Bencana Erupsi Gunung Agung!

BACA JUGA : Gunung Sinabung Erupsi Lagi Semburkan Abu Vulkanis Setinggi 2,3 KM!

Ketua PVMBG Kasbani mengatakan, sebelumya Gunung Agung telah meletus pada 25 November pada pukul 17.30 dan 19.00 WIB. Setelah terjadinya letusan, gunung tersebut sempat mengeluarkan sinar merah yang biasa disebut lava.

“Sangat besar kemungkinan bahwa sinar ini bersumber pada lava yang berada di dalam kawah. Hal ini juga didukung oleh sinyal seismik letusan pada sekitar pukul 23.01 WITA,” kata dia di Karangasem, Minggu (26/11/2017).

Dia mengatakan, pemantauan terus dilakukan di Desa Mutig yang berjarak 6,5 dari pucak Gunung Agung. Dari beberapa kali pengambilan gambar, dapat terlihat sinar pemancar berasal dari kawah ke kolom abu yang dikeluarkan Gunung Agung.

WAJIB BACA :  Gunung Agung Masuk dalam Fase Kritis!

“Sehingga mengakibatkan efek cahaya merah pada kolom abu tersebut. Sinar yang memancar ini kemungkinan besar berasal dari dalam kawah Gunung Agung,” jelas dia.

BACA JUGA : Dampak Abu Vulkanik Letusan Gunung Agung Pada Tubuh!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here