Admin @Setkabgoid Langsung dicopot Usai Salah Kutip Pernyataan Jokowi!

0
562
@Setkabgoid
Copyright ©tribunmedan

Admin @Setkabgoid Langsung dicopot Usai Salah Kutip Pernyataan Jokowi!

Indowarta.com – Nampak akun Twitter resmi Seketaris Kabinet (Setkab) @Setkabgoid melakukan kesalahan penulisan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sekertaris Kabinet, Pramono Agung juga mengakui jika ada kesalahan yang dilakukan admin akun resmi Setkab tersebut.

‘Kita sudah minta kepada ajaran NU agar tegas pada aliran radikal dan intoleren, apapun organisasinya – Presiden @Jokowi’ tulis akun Twtter Setkap pada Senin, 27 November 2017.

Terlihat dalam postingan tersebut juga turut diunggah foto Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj dan Rasi Aam PBNU Ma’ruf Amin. Dalam foto bertuliskan kalimat yang mengatakan pernyataan Jokowi yang meminta kepada jajaran NU untuk tegas pada aliran radilkal dan intoleren serta apapun itu organisasinya.

WAJIB BACA :  4 Fakta di Balik Pembebasan Abu Bakar Baasyir dari Penjara !

Namun menurut Pramono Anung, tulisan tersebut telah dihapus karena admin akun @Setkabgoid melakukan kesalahan penulisan. ‘Iya terjadi kesalahan, adminnya yang salah dan tweet sudah di-delete’ ujarnya saat dietmui Selasa, 28 November 2017.

@Setkabgoid
Copyright ©kompas

Kata-kata yang dikutip dalam akun Twette Setkab tersebut memang dari pernyataan Presiden Jokowi. Kicaun dalam akun tersebut memag terdapat dalam Pidato Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang digelar di Mataram, Lombok Pada Kamis, 23 November 2017 lalu.

Kala itu dalam pidatonya Jokowi memerintahkan jajaran di pemerintahan menindak tegas radikal. Sedangkan akun @Setkabgoid justru menuliskan jika Presdien Jokowi memerintahkan jajaran NU yang melakukan penindaan terhadap rakdikal bukannya pemerintah.

WAJIB BACA :  Jurus Golkar Untuk Menangkan Jokowi

‘Yang benar ialah Presiden menunjuk jajaran pemerintah supaya menindak tegas serta tak membrikan tolerasi kepada aliran radikal dan inteloren’ ujar Pramono.

Selain menyatakan jika kutipan tersebut telah dihapus, Pramono memastikan admin yang salah mengutip pernyataan Jokowi itu juga telah dicopot. Admin tersebut dipastikan dibebastugaskan atau tidak bertangung jawab mengelola akun resmi Setkab.

Sementara itu meskipun dihapus, kicauan salah kutip tersebut sudah terlanjur tersebar dan mendapatkan banyak respon dari warganet. Nampak hingga Selasa, 28 November 2017 banyak warganet memeberikan komentar, sekitar 417 me-retweet dan 613 like.

Salah satu komentar datang dari pengamat politik Rocky Gerung yang mempertanyakan kebenaran pernyataan Jokowi dalam kicaun tersebut. ‘Semoga pernyataan dungu ini adalah hoax’ kata Gerung.

Baca juga : Dipromotori SBY, Khofifah dan Emil Akan ‘Berhadapan’ Langsung dengan Jokowi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here