Kenapa Rumah Sakit Sering Tolak Pasien Peserta BPJS?

0
1170
BPJS Kesehatan
Copyright©gulalives

Kenapa Rumah Sakit Sering Tolak Pasien Peserta BPJS?

Indowarta.com– Permasalahan kesehatan di Tanah Air pada saat ini masih banyak yang harus diperbaik lagi dari yang sebelumnya. Yang terjadi, pasien pemegang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) ini memanglah kerap kali di tolak oleh pihak rumah sakit.

Baca Juga 900 Unit Apartemen Meikarta Diklaim Telah Ludes Terjual!

Hal ini alasannya adalah karena rumah sakit ini penuh. Tidak ada kamar lagi yang kosong yang bisa menampung pasien. Hasilnya, pasien pemiliki BPJS Kesehatan ini yang notabene dari kalangan bawah ini harus pulang sambil gigit jari karena tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan diharapkan.

WAJIB BACA :  Berbagai Peraturan yang Harus Diketahui Dalam BPJS Kesehatan!

Komisioner Ombudsman, Dadan Suparjo Suharmawijaya telah menilai bahwa fenomena tersebut telah terjadi karena rumah sakit ini juga tidak ingin mengalami kerugian. Hal ini karena rumah sakit juga akan membutuhkan cash flow, sementara itu klaim BPJS ini akan memakan waktu yang cukup lama juga.

BPJS Kesehatan
Copyright©kompas

Dadan di kantor Ombudsman Republik Indonesia, Jakarta Selatan pada hari Rabu 29 November 2017 ini telah mengatakan “Faktornya ternyata likuiditas rumah sakit itu berpengaruh, karena BPJS mencairkan klaim rumah sakit itu dalam tempo 14 hari”.

Dadan mengatakan “Makanya dalam kasus tertentu dia tetap menyisihkan sejumlah kamar untuk pasien yang umum, yang bayar cash”. Selain itu Dadan sendiri juga telah melaukan investigasi berupa pengecekan kamar di rumah sakit. Dari hasil investigasi tersebut telah berhasil terkuak ada beberapa kamar yang telah kosong. Namun pihak dari rumah sakit sendiri telah mengklaim bahwa semua kamar ini telah terisi penuh oleh pasien.

WAJIB BACA :  Demi Tindak Perusahaan Nakal, BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan Kejati Sulsel!

Baca Juga Soal Gojek Akan Jadi Agen Pajak, Ini Penjelasan Menteri Sri Mulyani!

Kendala likuiditas inilah yang menutur Dadan ini menjadi sebuah ajang kucing-kucingan oleh pihak rumah sakit pada saat menerima pasien peserta BPJS Kesehatan yang khususnya pada rumah sakit swasta di seluruh Indonesia ini.

Dadan mengakui bahwa memang cukup banyak penolakan para pasien peserta BPJS Kesehatan oleh rumah sakit swasta. Tidak hanya itu saja, bahkan BPJS Kesehatan ini juga bisa menjadi momok menakutkan yang sangat besar bagi keberlangsungan likuiditas rumah sakit untuk kelanjutannya nanti.

baca juga : 

Ini Strategi BPJS Kesehatan untuk Pemulihan Defisit!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here