Tanggapan Kemenkes Soal BPJS Kesehatan Tak Jamin Perokok!

0
885
BPJS Kesehatan
Copyright©kompas

Tanggapan Kemenkes Soal BPJS Kesehatan Tak Jamin Perokok!

Indowarta.com – Isu mengenai tidak adanya jaminan terhadap peserta BPJS Kesehatan yang telah menjadi perokok lantaran efek buruk rokok, dengan adanya pertimbangan untuk pencegahan konsumsi tembakau itu sudah mendapatkan tanggapan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

BACA JUGA : Kenapa Rumah Sakit Sering Tolak Pasien Peserta BPJS?

Staf Ahli Kementerian Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan Donald Pardede mengungkapkan, untuk menjustifikasi sebuah penyakit katastropik murni yang sudah disebabkan oleh perokok bukanlah hal yang mudah.

“Misalnya sakit kanker paru. Memang salah satu penyebabnya adalah rokok, tapi untuk memastikan itu akibat rokok yang tidak mudah,” ungkap Donald, di Jakarta, Kamis (7/12/17).

WAJIB BACA :  Pemkot Bogor Targetkan 250 Ribu Jiwa Lagi Masuk BPJS Kesehatan!

Walau telah mendapatkan bentuk dukungan dari sejumlah pihak dalam sektor kesehatan untuk tidak memberikan jaminan kesehatan atau pengobatan kepada peserta BPJS Kesehatan yang perokok, Namun dia menegaskan kalau bentuk langkah ini akan sangat sulit untuk dilakukan.

Donald menyatakan, sekarang ini Kementerian Kesehatan masih bergerak dengan berfokus pada hulunya. Dengan memberikan pencegahan kepada seluruh masyarakat untuk tidak merokok dan memberikan himbauan kepada perokok untuk berhenti melakukan kebiasaan itu.

Harga Rokok

“Kemkes lebih memilih gerakan ke hulunya. Bagaimana membuat orang tidak merokok lebih penting ketimbang menghukum orang yang merokok ketika sakit. Dan pembuktian penyakit akibat rokok itu sulit,” tutur dia, dilansir dari AntaraNews, Kamis (7/12/2017).

WAJIB BACA :  Jika Stok Obat di RS Kosong, Pasien BPJS Kesehatan Harus Bagaimana?

BACA JUGA : Semua Perokok Akan Terkena Kanker Paru?

Selain memberikan tanggapan mengenai isu BPJS Kesehatan yang tidak memberikan jaminan kepada peserta perokok, Kementerian Kesehatan juga menjelaskan kalau sekarang ini sudah ada penyedia akses layanan konseling kepada para perokok untuk berhenti merokok.

Hal itu dapat dilakukan melalui saluran telepon tanpa adanya pengenaan biaya sepeserpun. Layanan konseling ini telah dinamakan “Quit Line”, dan dapat mengakses melalui saluran nomor telepon 0-800-177-6565 pada hari Senin hingga Sabtu muali pada pukul 08.00-16.00 WIB.

Dengan adanya layanan tersebut, Kementerian Kesehatan mengharapkan dapat membantu mereka yang berkeinginan untuk berhenti merokok yang memiliki keterbatasan akses serta waktu. Dengan melalui sambungan telepon, maka para klien yang ingin berhenti melakukan kebiasa merokok akan mendapatkan bimbingan dan konseling untuk melakukannya.

BACA JUGA : Meski Defisit, BPJS Kesehatan Janji Tak Akan Naikkan Iuran!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here