Menkes Ingatkan Warga Gunakan Vaksin Resmi Untuk Cegah Difteri!

0
503
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek
Copyright ©klikkabar

Menkes Ingatkan Warga Gunakan Vaksin Resmi Untuk Cegah Difteri!

Indowarta.com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk memakai vaksin resmi dari Kemenkes, yang diberikan dari PT Biofarma untuk pemberian imunisasi penyakit difteri.

BACA JUGA : Waspadai Kanker Prostat Jika Temukan Ini di Urine!

Hal tersebut telah diungkapkannya pada saat pembukaan pencanangan outbreak Response Immunization (ORI) yang merupakan langkah preventif dalam pencegahan penyakit difteri. Penyakit ini sudah diketahui sudah masuk dalam kategoti kejadian luar biasa (KLB).

“Vaksin difteri, kita sudah punya, jadi tolong memakai vaksin yang berasal dari PT Biofarma dan dari domestik,” ungkap Nila saat di SMAN 33 Jakarta, Senin (11/12/17).

WAJIB BACA :  Anjuran Kemenkes Soal Kasus Difteri yang Makin Meningkat!

Dengan ini, pihak rumah sakit pemerintah atau swasta yang membutuhkan bahan untuk melakukan imunisasi kepada masyarakat, dapat langsung melakukan permintaan vaksin resmi kepada Kemenkes.

Nila mengungkapkan, besar kemungkinan adanya sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi bertambahnya penyakit difteri ini, dengan cara melakukan peredaran vaksi palsu untuk memperoleh keuntungan semata.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
Copyright ©Republika

Tak sama seperti vaksi, kata dia, Indonesia sekarang ini masih belum dapat memproduksi Anti Difteri Serum (ADS), yaitu merupakan obat difteri yang sangat efektif. Disamping itu, stok untuk ADS masih terbilang sangat jarang.

BACA JUGA : Imunisasi khusus Bakal Digelar Untuk Mencegah Difteri Agar Tak Meluas!

Selain itu, Nila mengaku, untuk biaya dalam pembuatan ADS sangatlah tinggi, yaitu mencapai Rp 4 juta per pasiennya. Selain itu, dia juga masih belum dapat memastikan apakah BPJS Kesehatan mampu memberikan fasilitas untuk kebutuhan ADS ini untuk pencegahan difteri.

WAJIB BACA :  Sekitar 20 Orang Meninggal Dunia Karena Difteri di Kamp Rohingya!

“Ini kita belum tahu siapa yang akan bertanggung jawab. Apakah BPJS akan membayar, masih harus kita perhitungkan kembali karena ini kejadian luar biasa dan harus kita pikirkan perhitungannya,” ucap Nila.

Sedangkan ORI sendiri diberlakukan untuk tiga putaran dengan mengkhususkan kepada anak yang masuk usia 1 hingga 9 tahun, dengan menggunakan interval 0-1-6 bulan. Untuk kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Timur, akan dilakukan penyuntikan ORI pada minggu kedua di bulan Desember 2017 ini. langkah ini merupakan putaran pertama.

Pada putaran kedua akan dilakukan pada minggu kedua di bulan Januari 2018 mendatang. Setelah itu, penyuntikan ORI ini juga akan dilakukan pada minggu kedua di bulan Juni 2018 sebagai langkah putaran ketiga.

BACA JUGA : Singkong Ampuh Untuk Mengobati Penyakit Kanker Lho!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here