Ada Sinergi Antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan?

0
742
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto
Copyright ©spirit

Ada Sinergi Antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan?

Indowarta.com – Saat ini Indonesia sudah mempunyai sistem jaminan sosial yaitu penyelenggaraan Banda Penyelenggara Jaminan Sosial, seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang sudah memiliki banyak anggota.

BACA JUGA : Tanggapan Kemenkes Soal BPJS Kesehatan Tak Jamin Perokok!

Baik BPJS Ketenagakerjaan ataupun BPJS Kesehatan juga telah dibentuk dengan hukum sama, yaitu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, selian itu kedua badan tersebut juga sudah mempunyai sinergi untuk melaksakan seluruh tugasnya.

Terkait dengan hal itu telah diungkapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, pada saat di mengadiri acara temu media di Singapura, pada Sabtu 9 Desember 2017.

WAJIB BACA :  Berita Terkini : Iuran BPJS Akan Dinaikkan Oleh Pemerintah, Inilah Rincian Lengkapnya !

“Kami sudah memiliki MOU (nota kesepahaman) dengan BPJS Kesehatan untuk penanganan pasien, termasuk mereka yang sakit akibat kecelakaan kerja,” kata Agus.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan menilai kalau adanya kehadiran dari MOU telah memberikan sebuah jaminan kepada pasien, yaitu dengan cara memberikan pertolongan sedini mungkin dalam pemberian fasilitas kesehatan.

BPJS Ketenagakerjaan
Copyrigth©okezone

“Pada waktu pasien masuk rumah sakit, yang pertama menangani (tanggungan biaya) adalah BPJS Kesehatan. Apabila diketahui sakitnya akibat kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan akan menanggung biaya pengobatan tersebut,” tutur dia.

BACA JUGA : Semua Perokok Akan Terkena Kanker Paru?

Agus mengatakan, untuk memberikan kepastian kepada pasien tentang penyakit apa yang sedang dideritanya merupakan kecelakaan kerja, tim dokter independen yang sudah melakukan pemeriksaan akan memberikan sebuah rekomendasi kepada pasiennya.

WAJIB BACA :  Kenapa Rumah Sakit Sering Tolak Pasien Peserta BPJS?

“Terpenting, pasien masuk dahulu. Jika yang berhubungan dengan pekerja memang ada di kami (BPJS Ketenagakerjaan). Namun, kalau pasien dalam kondisi darurat dan perlu segera mendapat pertolongan akan repot (jika mesti menentukan pakai BPJS Ketenagakerjaan atau BPJS Kesehatan). Karena itulah, kami buat MOU,” ucapnya.

Disisi lain, dalam acara temu media itu, BPJS Ketenagakerjaan juga telah melansir hasil kinerjanya yang dujalankan sepanjang 2017 ini. Total iuran yang sudah dikumpulkan hingga pada bulan November 2017 telah mencapai Rp 49,94 triliun, total itu menandakan bahwa telah mengalami pengembangan sebesar 14,2 persen dibandingkan dengan periode pada tahun sebelumnya.

BACA JUGA : Kenapa Rumah Sakit Sering Tolak Pasien Peserta BPJS?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here