Ini 3 Syarat dari Golkar Bagi Kader yang Ingin Duduki Kursi Ketua DPR!

0
480
Golkar
Copyright ©jawapos

Ini 3 Syarat dari Golkar Bagi Kader yang Ingin Duduki Kursi Ketua DPR!

Indowarta.com – Kali ini tubuh Partai Golkar tengah memanas, setalah Setya Novanto yang notabennya pimpinna Golkar dan DPR ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aziz Syamsuddin yang ditunuk Novanto untuk menggantikannya sebagai Ketua DPR mendapat penolakan dari 50 anggota Fraksi Golkar.

Mengenai sosok yang tepat mengisi kursi pimpinan DPR diungkapkan oleh Sekertaris Dewan Pembina Golkar, Fadel Muhammad. Dia mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh kader Golkar yang ingin menjadi Ketua DPR.

Dia menyebutkan jika ada tiga syarat yang harus dipenuhi yakni berkaitan dengan struktur organisasi, suara terbanyak serta pengalaman. ‘Syarat untuk jadi Ketua DPR dari Golkar ada tiga yakni struktur organisasi dalam partai, mendapat jumlah suara paling banyak dan pengalaman’ ujarnya saat ditemui pada Senin, 11 Desember 2017.

Sedangkan bebas dari korupsi, menurut Fadel tak masuk dalam persyaratan resmi, namun hal tersebut sepertinya akan secara otomatis digunakan. Selain tiga syarat tersebut hal yang paling penting dan harus dipenuhi ialah proses pemilihan.

Golkar
Copyright ©radarcirebon

Fadel mengungkapkan proses penunjukan Aziz Syamsuddin oleh mantan Ketua DPR, Setya Novanto tidak sesuai dengan prosedur Golkar maupun DPR RI. ‘Maunya kita jika ada Ketua DPR kita bicarakan terlebih dahulu. Kemudian setelahnya kita bawa ke fraksi. Kan ini pemilihan (Aziz Syamduddin) tidak sesuai dan kami juga tidak tahu’ ujarnya.

Menurutnya harus ada perencanaan atau Pleno di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar guna menetukan pergantian Novanto sebagai Ketua DPR RI. Hal tersebut tentunya dapat dilakukan setelah dilakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munashlub) untuk memilih Ketua Umum Partai Golkar.

Sementara itu sebelumnya memang terjadi polemik di tubuh Golkar setelah Novanto menyatakan mundur. Novanto yang ditahan KPK mengirimkan surat penguduran diri sebagai Ketua DPR dan secara pribadi menunjuk langsung Aziz Syamsuddin sebagai penggantinya.

Akan tetapi banyak anggota Fraksi Golkar yang tidak setuju dengan penunjukan Aziz sebagai ketua DPR yang baru. Penolakan Aziz sendiri terjadi saat digelarnya rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Kaputusan yang diambil saat rapat itu menunjuk Fadli Zon sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR dan Bamus pun menyerahkan pembahasan posisi Ketua DPR kepada internal partai Golkar.

Baca juga : Manuver Setya Novanto di Balik Tahanan KPK!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here