Jokowi Akan Hadiri Munaslub Golkar Hari Ini!

0
523
Copyright ©liputan6

Jokowi Akan Hadiri Munaslub Golkar Hari Ini!

indowarta.com – DPP Partai Golkar, akan menggelar Rapinmas (Rapat Pimpinan Nasional) dan bakal dilanjutkan dengan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa). acara ini sendiri bakal digelar di Jakarta Convention Center (JCC) senayan Jakarta, pada Senin hari ini, hingga 20 Desember 2017 mendatang.

Nah dalam acara Rapinmas tersebut ini digelar pada pukul 09.00 WIB, dan akan diawali dari pembacaan tata tertib dan juga jadwal. Dan Nurdin Halid selaku ketua harian DPP Partai Golkar mengatakan, jika presiden Jokowi bakal hadir dalam acara pembukaan Munaslub Golkar yang dilakukan seusai penutupan Rapinmas.

Baca juga: Airlangga Hartarto Sebaiknya Mundur dari Menteri demi Golkar?

WAJIB BACA :  Roy Suryo Sebut Elektabilitas Jokowi Naik Sebab 'Buzzer'!

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah 90 persen sudah rampung dan pembukaan munaslub akan dihadiri oleh Bapak Presiden (Jokowi),” ucap Nurdin Halid usai rapat panitia penyelenggara rapinmas dan Munaslub Golkar, seperti dikutip dari laman Liputan6.

Copyright ©liputan6

Jelas dia, rapat pleno digelar untuk menetapkan materi yang akan dibahas dalam Munaslub Golkar nanti. Nurdin juga menambahkan jika masih ada dua lagi pandangan berbeda dalam kubu partai berlambang pohon beringin tersebut, yang akan diputuskan dalam rapat pleno nanti untuk mendapatkan kesepakatan bersama dalam menyelesaikan masalah ini.

Baca juga: Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum golkar Gantikan Setya Novanto!

Dua pandangan tersebut yang akan dibahasa dalam Munaslub Golkar ini tentu ada kaitanya dengan kasus yang melilit ketua umum partai Golkar sebelumnya yakni Setya Novanto, dimana ia telah terlibat dalam kasus mega proyek E-KTP dan kini sedang dalam masa penahanan dan penyelidikan.

WAJIB BACA :  Berita Terkini: Jokowi Resmikan Pembangunan Rusunami Bagi Buruh dengan Dp 1 Persen!

“Masih ada dua pandangan bahwa rapat pleno sesuai dengan Pasal 13, 14, dan 19 AD/ART Partai Golkar bahwa Pak Setya Novanto dianggap nonaktif atau diberhentikan sementara. Itu berarti jabatan ketua umum lowong. Maka digunakanlah Pasal 13 dan 14 untuk mengisi jabatan lowong tersebut,” ucap Nurdin.

Baca juga: Bagaimana Nasib Ridwan Kamil Usai Minus Golkar di Pilgub Jabar?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here