Obat Kanker Minim Efek Samping Masih Mahal . .

0
629
Kanker
Copyright ©apps blog

Obat Kanker Minim Efek Samping Masih Mahal . .

Indowarta.comKanker menjadi salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan sagat susah disembuhkan. Selain itu tak jarang bagi penderitanya harus menjalani pengobatan yang bisa dikatakan menyiksa psikologis.

Mereka para penderita tentu akan mengeluh saat menjalani pengobatan dan keluhan umum tersebut yakni efek samping. Efek samping yang sering kali dialami oleh pasien penyakit kanker saat menjalani pengobatan ialah mulai dari rambut rontok hingga tidak doyan makan.

Namun efek samping itu sendiri dapat diminimalkan dengan targeted theraphy, tapi hanya saja harganya masih mahal. Selain dengan melakukan operasi pengangkatan dan radioterapi, penanganan kanker banyak dilakukan dengan obat-obatan yang kerap disebut chemotherapy.

Baca juga : Semua Perokok Akan Terkena Kanker Paru?

Prinsip pengobatan ini ialah memasukan senyawa kimia ke dalam tubuh. Senyawa tersebut difungsikan untuk mematikan sel kanker maupun untuk menghambat pertumbuhannya. Meskipun terkenal ampuh menyembuhkan kanker, pengobatan dengan cara ini terkenal dengan efek samping yang cukup menyiksa.

WAJIB BACA :  Deretan Wanita yang Berisiko Terkena Kanker Serviks!
Kanker
Copyright ©hellosehat

Dikatakan menyiksa karena pengobatan dengan kemoterapi kurang selektif. Obat ini akan membunuh semua sel tubuh yang mempunyai karakter mirip dengan sel kanker yaitu membelah diri dengan cepat salah satunya rambut.

Maka dari itu sering kali penderita yang melakukan pengobatan ini rambut akan mengalami kerontokan. Bukan hanya rambut di bagian kepala, namun rambut alis dan bulu mata juga akan ikut rontok. Celakanya lagi jika obat-obatan kemoterapi telah disuntikan ke dalam tubuh dan menyebar ke seluruh tubuh.

Seperti yang diobati kanker payudara, rambut yang ada di kepala akan merasakan efek sampingnya. Akan tetapi karena perkembangan teknologi pengobatan, efek samping kemoterapi yang terkenal sangat menyiksa itu kini bisa diminimalkan. Kemoterapi dapat diminimakan efeknya dengan melakukan terapi terbaru yakni targeted therapy.

WAJIB BACA :  Sariawan Tak Sembuh dalam 2 Minggu, Awas Kanker!

Prinsip pengobatan targeted therapy sendiri hampir sama dengan kemoterapi, tapi bedanya aksi obat ini tidak akan menyebar ke seluruh tubuh. Pengobatan ini mempunyai reseptor yang dapat menentukan dimana obat akan bekerja. Oleh karena itu efek sampingnya hanya akan muncul di sekitar lokasi kanker.

Baca juga : Penyebab Kanker Booming di Tahun Ini!

Cara kerjanya targeted therapy sendiri menyerupai antibodi alami tubuh manusia sehingga bisa digolongkan monoclonal antibody. Tapi pengobatan ini juga mempunyai kekurangan yani harganya yang sangat mahal karena semuanya masih dilindungi dengan hak paten. Jika dibandingkan dengan harga obat-obata kemoterapi, pengobatan terbaru tersebut mencapai dua kali lipatnya.

Misalnya saja harga obat kemoterapi Rp 900 ribu sekai suntik 7 ampul dan penggunaannya setiap minggu rata-rata 6 klai penyuntikan. Maka obat untuk targeted therapy harganya bisa mencapai Rp 3 juta per ampul dan sekali suntik membutuhkan 3 sampai 4 ampul.

WAJIB BACA :  Kandungan Dalam Bawang Merah Ternyata Mampu Mencegah Kanker!

Sementara itu saat ini sepertinya masih banyak pasien kanker yang masih mengandalkan kemoterapi jika melihat harga obat targeted therapy yang begitu mahal. Sedangkan untuk mengatasi efek samping kemoterapi beberapa apotek telah menyediakan obat kanker lainnya seperti supporting therapy. Obat ini untuk mengurangi efek samping pengobatan salah satunya menambah nutrisi.

Baca juga : Inilah 7 Ciri Ciri Kanker Hati yang Paling Mudah Dikenali!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here