Bahaya Asap Batu Bara yang Diduga Pemicu Jonghyun SHINee Meninggal!

0
602
Jonghyun SHINee
Copyrigth ©Kolase TribunStyle

Beredar Kabar Menyebutkan Jonghyun SHINee Meninggal Dunia Karena Bunuh Diri

Indowarta.com – Di media sosial beberapa waktu belakangan ini ramai membicarakan kabar jika Jonghyun SHINee meninggal dunia. Bahkan sampai sekarang masih ada banyak warganet yang bertanya-tanya apakah benar adanya kabar tersebut.

BACA JUGA : Semua Perokok Akan Terkena Kanker Paru?

Jika benar penyebab kematiannya dalam kabar tersebut. Maka itu merupakan salah satu upaya bunuh diri yang paling menakutkan. Bagaimana tidak? Member dari SHINee ini telah menghirup bahaya asap batu bara.

Sedangkan bahaya asap batu bara ini merupakan salah satu polutan yang paling beracun dan mematikan. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan, hasil bakar dari batu bara tersebut merupakan polutan asap yang dinilai sangat berbahaya bagi manusia.

Penemuan terbaru ini sudah disampaikan pada jurnal Environmental Health Perspective, usai melakukan evaliasi terhadap 450.000 partisipan yang berasal dari 100 kota di Amerika Serikat. Sedangkan untuk tujuan dari penelitian ini adalah mencari tahu efek bahaya asap batu bara terhadap jantung.

Partikel yang dihasilkan dari bahan bakar fosil, khususnya batu bara, diklaim yang paling memiliki dampak paling berbahaya. Bahkan jika terkena asap dari pembakaran itu akan dapat mendekati kematian, jika dibandingan dengan polutan lainnya.

Batu Bara
Copyrigth ©eksplorasi

Mengenai resiko kematian dari penyakit jantung, para peneliti menyatakan kalau bahaya asap batu bara telah berkontribusi lima kali lebih besar jika dibandingan dengan polutan lainnnya yang juga dapat ditemui.

BACA JUGA : Gejala Penyebab dan Cara Mengobati Rematik!

Berdasarkan data yang ada sekarang ini, menyebutkan bahwa batu bara merupakan salah satu senyawa yang paling berbahaya jika dilakukan pembakaran. Sedangkan bahaya asap batu bara sendiri jika telah dihirup ada dua macam.

Yaitu akan mengalami gangguan seperti Coal worker pneumoconiosis (CWP) dan Progressive Massive Fibrosis(PMF). Kedua gangguan ini sering kali disebut sebagai penyakit paru-paru hitam atau Black lung disease.

Bahkan gangguan ini juga akan berpotensi kepada sejumlah pekerja di pertambangan batu bara. Hal itu akan terjadi jika seorang pekerja terlalu banyak menghirup debu batu baru dalam kurun waktu yang lama. Setelah itu, akan terakumulasi pada paru-paru mereka.

Pada akhirnya, akumulasi debu tersebut akan berdampak pada perubahan jaringan di paru-paru, sehingga akan menyebabkan gangguang yang cukup serius yang hampir mirip dengan emphysema dan fibrosis.

BACA JUGA : Obat Kanker Minim Efek Samping Masih Mahal . .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here